Rabu, 19 Oktober 2016

[REVIEW] Architecture 101 : Menyelesaikan Cinta Lama yang Belum Kelar

Rabu, Oktober 19, 2016 2 Comments
Hola-hola...
Bertemu lagi dengan hari Rabu.  Itu berarti jadwalnya #RabuReview yaa...
Kali ini mau review film lagi nih...

Film apa?
Simak aja yukk....


Judul : Architecture 101 / Introduction of Architecture
Sutradara : Lee Yong Ju
Negara : Korea Selatan
Bahasa : Korea
Genre : Drama, Romance
Durasi : 118 menit
Distributor : Lotte Entertainment
Rilis : 22 Maret 2012

Pemain :
Uhm Tae Woong sebagai Seung Min
Han Ga In sebagai Se Yeon
Lee Jae Hoon sebagai Seung Min (muda)
Bae Suzy sebagai Se Yeon (muda)


Aku kepikiran buat bikin review dari film ini tuh gara-gara beberapa waktu yang lalu pas aku lagi gabut, cuma mainan sosmed trus nyekrol-nyekrol timeline uploadan di IG, tiba-tiba aku tertarik sama postinganku sendiri yang pas itu ngeposting flyer poster film ini. Nah pas liat postingan itu tuh aku langsung baper, kangen, dan nge-flashback apa yang aku alamin pas itu.

A photo posted by Fitrotul Aini (@fytry_) on

Jadi ceritanya pas itu aku nonton film ini tuh di Gedung Korean Culture Center (KCC) Jakarta. Aku bisa nyasar di KCC ini karena pas itu aku masa magang. Aku dan tiga temenku yang lain, milih untuk magang di salah satu kantor berita nasional yang ada di Jakarta sana. Nah di weekend pas kita libur itu kita main-main lah ke KCC.

Di KCC ini lumayan seru looh. Selain bisa nonton film bareng yang udah jadi agenda rutinnya KCC, di KCC situ kita bisa coba-coba pake hanbok dari hanbok yang biasa sampe hanbok ala kerajaan. Cuma sayangnya buat yang hanbok ala kerajaan gitu cuma bisa dicoba buat yang dateng sama pasangan. Kalau yang jomblo mah, pake hanbok biasa ajaa... *guling2*

A photo posted by Fitrotul Aini (@fytry_) on
*abaikan komuk eike yang GAK Korean-able banget* :p

Lah.... ini kenapa aku jadi curhat yak? Padahal kan mau ngereview film :p
Ya udah lah, sebelum nanti aku curhat lagi, nyurhatin gimana kesanku abis nonton 'Architecture 101' ini yuk intip dulu trailernya film ini :



So, udah bisa nebak dan bayangin kan film ini bakal kayak gimana?

Film ini bercerita tentang Seung Min seorang arsitektur yang yaahh terkesan agak biasa aja gitu. Cuma dia ini ternyata totalitas kalau kerja. Dia bahkan sampai rela untuk nginep di kantor kalau lagi ngerjain proyek.

Suatu pagi, Seung Min yang masih beler dan belom mandi karena abis begadang ngerjain proyek di kantor tiba-tiba kedatangan seorang tamu. Seorang perempuan cantik yang ingin merenovasi rumah lama milik orang tuanya dan dia menginginkan Seung Min yang mengerjakannya. Awalnya Seung Min menolak mentah-mentah permintaan itu, namun setelah berbagai perdebatan hingga negosiasi yang melibatkan bos Seung Min, Seung Min akhirnya menerima proyek tersebut (meskipun dengan setengah hati) :p.

Sebenarnya salah satu alasan kuat Seung Min menolak proyek yang ditawarkan itu adalah karena perempuan cantik yang menawarkan proyek itu adalah Se Yeon, cinta pertamanya ketika kuliah dulu. Dan bersama Se Yeon, ada cerita yang tak ingin diingat dan dijalani Seung Min lagi.

Han Ga In yang zuper tsantik sebagai Se Yeon (dewasa)

Tapi kalau Seung Min bener-bener nolak tawaran Se Yeon, film ini gak jadi dong yaah. Jadinya Seung Min dan Se Yeon pun bekerja sama untuk merenovasi rumah lama milik Se Yeon yang ada di Pulau Jeju. Sebagai arsitek dan klien, Seung Min dan Se Yeon pun kemudian jadi harus sering bertemu. Apalagi Seung Min memiliki prinsip bahwa apa yang dikerjakannya harus sesuai dengan keinginan kliennya. Maka dia secara mau tak mau harus sering bertemu untuk membicarakan konsep, desain, sampai pengerjaan hingga tahap akhir renovasi rumah.

Di salah satu pertemuan mereka, Seung Min pergi bersama Eun Chae teman sekantornya. Di pertemuan itu, Eun Chae yang mengetahui bahwa Se Yeon dan Seung Min adalah teman lama kemudian iseng menanyakan bagaimana sosok Seung Min di masa lalu ketika remaja ketika mereka sama-sama berkuliah di tempat yang sama.

Seung Min - Se Yeon (remaja)

Seung Min dan Seo Yeon remaja adalah teman ketika kuliah. Pertemuan pertama mereka terjadi di kelas Perkenalan Arsitektur. Se Yeon yang baru saja pindah dari Jeju ke daerah Jeongneung-dong yang ternyata juga adalah rumah Seung Min akhirnya membuat mereka berteman. Ditambah dengan tugas dari dosen di kelas Perkenalan Arsitektur yang mengharuskan mereka memahami lingkungan sekitar rumah membuat keduanya semakin dekat.

Namun dalam perkembangannya, Seung Min ternyata jatuh hati pada Se Yeon. Di saat yang sama, senior Seung Min yakni Jae Wook juga mengatakan bahwa ia juga menyukai Se Yeon. Seung Min merasa kalah saing, karena Jae Wook adalah anak orang kaya sementara ia hanya anak seorang penjual sayur. Namun berkat Nab ddeuk sahabat Seung Min, Seung Min mendapat wejangan untuk mendapatkan hati wanita.

Namun sayang.......
.
.
.
.
tuuuuttttttttt....
.
.
.
.
lanjutannya nonton aja sendiri! :p


Kesan abis nonton film ini tuuhhh....

KAMPRET!

Bikin baper!

Bikin pengen guling-guling.

Bikin pengen teriak di depan muka Seung Min remaja biar dia speak up, ngomong ke Seo Yeon kalau dia suka sama Seo Yeon biar gak mbulet -dan biar gak menyesal pas dewasanya-

Trus, abis nonton drama ini juga aku menyadari bahwa kita gak akan selalu bisa berakhir bahagia dengan apa yang pernah membuat kita bahagia dulu. Ada kala dimana kita harus menerima kenyataan bahwa apa yang membuat bahagia di masa lalu, belum tentu bisa bikin bahagia kita di masa sekarang bahkan di masa mendatang.

Lalu ajakan untuk bisa berdamai dengan keadaan. Sekalipun keadaan itu sangat pahit dan sangat ingin kita hindari. Orang-orang di masa lalu, yang (mungkin) meninggalkan kenangan buruk bagi kita dan amat sangat ingin kita lupakan, bisa saja di masa mendatang akan datang kembali untuk sedikit mengusik kehidupan kita.

Juga tentang hal-hal yang di masa lalu kita anggap sudah selesai kisahnya, namun ternyata buat orang lain belum terselesaikan. Dan di masa mendatang, orang itu datang lagi untuk menyelesaikan kisahnya agar ia pun merasakan adanya 'akhir' seperti yang pernah kita anggap.

Bagi Seung Min, kisahnya dan Se Yeon sudah berakhir ketika ia mengetahui Seo Yeon bersama Jae Wook. Ia patah hati bahkan sebelum ia menyatakan cintanya. Ia memilih pergi meninggalkan Se Yeon.

Tapi bagi Se Yeon, kisahnya dengan Seung Min belum berakhir. Seung Min salah paham dengan kebersamaannya dengan Jae Wook. Dan ketika ia mencoba menjelaskannya pada Seung Min, Seung Min menghilang dan pergi. Meninggalkan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab dalam benak Se Yeon.

"Hallo Seung Min, kamu kemanaa..??"

Untuk masalah cast, film ini punya cast yang mumpuni bangeet.

Secara pribadi aku suka para pemain ceweknya. Han Ga In dan Suzy.
Aku suka Han Ga In karena sebelum nonton film ini, aku nonton The Moon That Embraces The Sun yang dimana Ga In jadi pemeran utamanya. Yang dramanya bikin baper parah juga. Sementara Suzy aku suka karena aku nonton dia di drama Dream High.
*lah baru sadar, kalau Ga In dan Suzy punya lawan main yang sama di drama-drama yang aku suka itu. Sama-sama main bareng sama Kim Soo Hyun* :v

Han Ga In di The Moon That Embraces Sun
Suzy di Dream High

Sementara untuk pemeran cowoknya, aku suka sama Uhm Tae Woong aja. Sama-sama belum pernah nonton drama yang dibintangi sama dua cowok ini, tapi entah kenapa aku cuma suka sama Uhm Tae Woong dan gak terlalu suka Lee Jae Hoon. Mungkin karena di film ini Uhm Tae Woong-nya ganteng dan 'laki' banget. Sementara Lee Jae Hoon-nya cupu dan culun banget jadi gak keliatan menarik. *maaf Lee Jae Hoon*


Tatapannya Ahjussi itu bedaaaa.... kayak bikin deg-degan gitu :p
Mungkin perlu di-modern-kan biar gak terlalu keliatan 'culun'

Kalau buat actingnya sih ya jangan ditanya. Masing-masing pemain actingnya keren bangeet.
Han Ga In yang harus jadi perempuan dewasa tapi rempong dan ribet diimbangi sama Uhm Tae Woon yang cool tapi bimbang sama perasaanya.

Sementara Suzy dan Lee Jae Hoon yang berperan sebagai Ga In dan Tae Woon remaja, bisa lah mengimbangi acting para pelakon dewasanya.

Kukira dengan alur filmnya yang maju-mundur akan ada aktor/aktris yang actingnya kelelep. Tapi ternyata di drama ini nggak sama sekali. Masing-masing pemain di masing-masing masanya bisa membawakan dan menyampaikan situasi yang ada pada masa itu.

Malu-malu dan canggungnya cowok yang baru sekali ketemu cewek cantik dan berujung dengan naksir. Trus cewek cantik yang bimbang antara beneran disukai sama cowok yang deket sama dia atau enggak, yang minta dikasih kepastian tapi ternyata cowoknya malah sangka bener-bener bisa dilakoni sama Jae Hoon dan Suzy dengan baik.

Awalnya kupikir Suzy bakal kalah banting sama Han Ga In, secara Han Ga In sudah melintang dan melalangbuana di dunia perdramaan Korea dan ditambah Suzy yang basicnya adalah idol dan bukan aktris ditambah lagi acting Suzy di Dream High sempet banget dikritik abis-abisan bikin aku mikir dia bakal 'abis' sama Ga In. Tapi ternyata anggapanku salah! Acting Suzy disini keren bangeeett!!



Yang agak bikin aku gak gitu nyaman sama film ini tuh cuma penampilannya Lee Jae Hoon aja yang menurutku culun dan jadi keliatan agak (sorry) oon.

Sama satu lagi, sikap gejenya Seung Min dewasa yang menurutku terlalu labil buat laki-laki dewasa bikin aku pengen bilang, "duh Mas... yang teges dong jadi cowok jangan labil!" #eh.


Pelis jangan labil Maass... :p

Alur maju-mundur yang dipakai di film ini pun gak jadi sesuatu yang membingungkan buat penonton. Justru ini (menurutku) film dengan alur maju-mundur yang paling jelas. Alurnya fokus bahas tentang hubungan dua tokoh utamanya baik di masa dewasanya atau di masa remajanya. Gak trus jadi melebar kemana-mana. Intinya mah meskipun alurnya maju-mundur tapi jelas! *gak kayak hubunganku sama kamu yang nggak jelas* #eak :p

Se Yeon yang mencari kejelasan hubungannya dengan Seung Min di masa lalu sembari modus (((modus))) merenovasi rumahnya, kembali berkonflik batin dengan Seung Min yang perlakuannya sudah berbeda ketika ia masih remaja dulu. Pertanyaan-pertanyaan baik Eun Chae yang penasaran dengan bagaimana Seung Min saat remaja atau bahkan pertanyaan dari Se Yeon pada Seung Min mengenai apa yang ia lakukan saat di masa remaja mereka ataupun sebaliknya dijelaskan dengan scene flashback yang pas dan gak bikin penonton bingung. Intinya baik alur maju atau alur flashbacknya pas banget laahh..!!

Untuk masalah ending, film ini punya ending yang (menurutku) antimainstream banget. Yang bener-bener gak terduga! Sumpah! Film ini yang untuk pertama kalinya ngebuatku merasa gagal sebagai cenayang film/drama *emang biasanya bisa gituu??* :p
Tebakan ending yang kudugakan untuk film ini gagal total. Ending filmnya beda banget dari apa yang kukira.
Intinya maah gak terduga, banget!

Aku gak mau bilang gimana endingnya, ntar dibilang spoiler, gak greget, trus kalian gak mau nonton filmnya. :p

Jadi ending kita gimana??

Untuk masalah OST, seingetku film ini gak menyiapkan lagu khusus untuk dijadiin OST. Cuma lagu dari Kim Dong Ryul yang berjudul Etude of Memory yang dipilih untuk dijadiin lagu yang paling berkesan untuk Seung Min dan Se Yeon. Lagu yang di film ini dijadiin lagu favoritnya Se Yeon yang kemudian didengarkan bersama dengan Seung Min. Lagu mellow ini memang pas banget untuk film ini!

Dengerin deehhh... :)



Oh iyaaaa.... dan satu lagiiii yang hampir lupa.
Aku suka setting rumahnya Se Yeon yang di pinggir laut.

SUKA BANGEEETTT...!!!




Overall, dan sesuai dengan rating yang dikasih netizen dan dicatat oleh situs imdb aku juga ngasih penilaian 7,3 dari 10 untuk film ini. Karena film ini emang recommended banget buat ditonton utamanya buat yang suka drama yang romance dan agak-agak mellow.

Apalagi nontonnya pas hujan. Makin sendu dan baper deehh... Hehehee...

Jadi, berminat untuk nonton?

Selamat nonton yaaa.... :)




Sumber-sumber Foto :
Asianwiki
Hancinema

Jumat, 14 Oktober 2016

[Mendadak REVIEW] Ngebaperin "Love Is To Give"-nya Davichi

Jumat, Oktober 14, 2016 0 Comments
Sebenernya ini hari Jumat bukan jadwalnya untuk ngereview sesuatu.

Tapi karena hari Rabu kemarin aku belum ngepost dan sekarang ini momennya lagi sangat pas banget dan sayang kalau banget buat dilewatin dengan harus nunggu Rabu minggu depan. Jadinya ya sekarang aja deh ngereviewnya. Mumpungnya moodnya juga lagi dapeeeettt bangeeett.....

Moodnya lagi sangat baper dan sangat bikin guling-guling.

Cek video ini dulu sebelum kita lanjutin review dan obrolannya :



Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.............................. *baper (lagi)*

Jadi ini tuh sebenernya MV atau Music Video atau Video Klip dari lagunya Davichi yang berjudul Love is To Give.

Buat yang belum tahu Davichi, mereka ini penyanyi duo cewek dari Korea Selatan. Lagunya yang hits sebelum ini adalah This Love yang jadi OST-nya Descendants of The Sun (theme songnya #ArmyCouple)

Cover Mini Album Davichi 50 X Half

Awalnya aku penasaran dan pengen banget buat nonton MV ini tuh karena bintangnya Lee Jong Suk yang jadi Kang Chul di drama W-Two World yang hitz dan fenomenal itu yang bikin mikir keras pas nonton dramanya tapi tetep ditonton aja sampe abis karena penasaran. Hahahaa...

Awal banget dibikin penasaran pengen liat MV ini tuh pas liat meme fotonya Jong Suk yang lagi nyetrika yang dipasang Kak Ika buat DP BBM-nya. Kupikir itu cuma photoshoot Jong Suk buat brand apa gituu... taunya pas buka FP-nya W-Two World di FB trus ada foto Jong Suk yang lagi nyetrika itu dengan caption "Lee Jong Suk will star in Davichi music video comeback" baru ngeh dan kemudian memutuskan untuk harus nonton nih MV!!

Versi asli.
Ketika udah jadi meme.. :v (Sumber dari SINI)

Abis liat foto nyetrika itu, beberapa hari berikutnya liat lagi foto teaser MV-nya yang Jong Suk lagi payungan dengan tatapan sedih, sendu, minta dipeluk. Dan FIX abis liat foto itu makin yakin kalau HARUS LIAT MV-nya!!


Setelah nunggu dan nunggu (dan sempet salah kira juga karena sebelum MV ini muncul, Davichi juga ngeluarin MV lain dari lagunya yang berjudul Beside Me *MVnya liat DISINI*), akhirnya pada Kamis, 14 Oktober 2016 jam 00.00 waktu Korea Selatan atau Rabu, 13 Oktober 2016 jam 22.00 Waktu Indonesia Baper Barat (WIB) official MV-nya KELUAR! Tanpa ba-bi-bu lagi, aku akhirnya nonton lah MV-nya *padahal pas itu lagi nemenin ibuk nonton Descendants of The Sun* :v

Begitu nonton MV-nya sambil menghayati lagunya, komentar pertamaku adalah.... "anjir lagunya mellow! tapi gak apa-apa deh Jong Suk-nya ganteng inii" *receh amat gueee* :p -_-

Di tengah-tengah nonton MV sempet komentar yang gak penting juga sih sebenernya, komentar semacam "yak ampuuunn adegan nyetrika baju aja dibikin sebegitu dramatisnya.." Adegan naliin dasi, adegan nyobek amplop surat, adegan main bidak, sampe adegan motong kuku pun juga dibikin sebegitu dramatiiss. *yak elaahh mbak kalau gak dramatis gak akan bikin lo baper* :p

Sini bang adek bantuin #plak

Tapi aku kemudian kembali fokus liat MV-nya, scene demi scene makin ngebikin baper dan greget, lagunya yang sendu dan mellow plus juga acting Jong Suk nan menghayati banget. Bikin pengen meluk Jong Suk ngepuk-puk dia biar gak keterlaluan sedihnya.

Jong Suk sedih gitu cuma karena cewek aja kan? Baper sebegitunya cuma karena cewek aja kan..?? Udah lupain ajaaa..!!! Cewek masih banyaaaaakkk...!!

Yups, prediksi awalku pas nonton MV itu tuh aku nebak kalau penyebab Jong Suk galau sebegitunya adalah gara-gara cewek. Tapi taunyaaaaaaa......

Duaaaarrrr.......

Endingnya bener-bener gak terduga bangeett yang sampe bikin aku bener-bener gak bisa ngomong apapun karena saking ikutan baper dan sedihnya pas itu. Tuh kalau gak ada ibuk di sebelahku, paling aku udah mewek detik itu juga!
*tapi sebenernya sampe sekarang pun kalau nonton masih kok pengen-pengen mewek gitu*

INI YANG BIKIN...................... :'(

Di ending MV-nya, ternyata kesedihan Jong Suk itu dikarenakan ia mengingat mendiang ayahnya yang sudah meninggal. Kalau menurut pemahamanku (sekali lagi menurut pemahamanku), Jong Suk menyesal dan juga kecewa teramat sangat pada dirinya sendiri karena dia gak bisa bersama ayahnya di saat-saat terakhir ayahnya entah karena terlalu sibuk atau terlalu apa.

Kan scene itu jadi ngiingetin ayah yang udah dipanggil sama Allah juga jadinyaaaaaaaaaaaa.................... *hwaaaa* :'(

AKU TUH GAK BISA DIGINIIN!!!! *mewek!*



Tapi dari segala efek baper dan mudah sedihnya aku gara-gara abis denger lagu dan liat MV lagu Love Is To Give nya Davichi ini, Davichi emang bener-bener harus dikasih dua atau bahkan empat jempol. Mereka emang jago bangeet buat ngaduk-ngaduk perasaan dengan lagu-lagu ballad mereka yang mellow. Suara mereka yang mendayu-dayu itu bikin perasaan yang ngederin lagu mereka ikut masuk ke suasana meski gak paham sama arti lagu yang mereka nyanyiin. JUARA dan TOP lah pokoknya!

Trus buat Jong Suk yang jadi model MV-nya.
FIX lo bikin baper para cewek-cewek Bang!

Di MV itu ekspresi dan penghayatan Jong Suk juara banget! Dia sanggup memporak-porandakan hati dan perasaan setiap orang cewek yang lihat. Bisa bikin kita-kita yang lihat MV-nya ikutan sedih, dan di endingnya ikutan mewek. Padahal kan di MV situ Jong Suk berperannya juga sendirian, gak ada lawan main, tanpa dialog dan cuma main ekspresi aja pula. Tapi sukses bikin aku galau sampai saat ini (bahkan tiap liat MV-nya).

Intinya, MV dan juga lagu "Love is To Give" dari Davichi ini tuh worth it dan cucok banget untuk didengerin!

Apalagi buat yang lagi pengen mellow-mellow dan kangen sama orang yang disayangi.

Selamat bermellow riaaaa.......

Senin, 03 Oktober 2016

Ada Joe Taslim di APAN Star Award 2016

Senin, Oktober 03, 2016 0 Comments
Pagi hingga siang hari ini tadi, jagat pemberitaan terutama pemberitaan dunia hiburan diramaikan dengaaaannn.........














Joe Taslim aktor Indonesia yang ganteng dan keren banget itu foto bareng sama Song Joong Ki aktor Korea yang lagi hitz banget ituu. Yang main jadi Kapten Yoo Si Jin di drama seri Descendants of The Sun. *guling-guling*


Hahahahaa....

Bukan siihh...

Bukaaaannn.......

Beritanya itu sebenernya, Joe Taslim yang menerima penghargaan di Asia Pacific Actors Network (APAN) Star Award. Di APAN tersebut Joe Taslim menerima penghargaan dalam kategori Best APAN Star Award. Di Kategori Best APAN Star Award ini sepertinya memang memberikan penghargaan kepada aktor-aktor yang juga berasal dari luar Korea. Selain Joe Taslim (Indonesia) ada juga Narimiya Hiroki (Jepang), Thanayong Wongtrakul (Thailand), Jessy Mendiola (Filipina). Dari Korea sendiri yang menerima Best APAN Star Award Song Joong Ki dan Kim Hee Sun.

Baca beberapa beritanya disini :


Naaahhh.... karena hadir di tempat yang sama dan menerima penghargaan yang sama juga, maka gak disia-siakan laah momen itu.

Joe Taslim sepanggung dan foto bersama dengan Song Joong Ki.

Sebenernya, Joe Taslim gak foto berdua aja sih sama Song Joong Ki. Ada juga istinya Joe Taslim, Julie Taslim dan Duta Besar Indonesia untuk Korea John A. Prasetio.

A photo posted by Ju-Li Taslim (@julietaslim) on

Se-frame berdua sih akhirnya Joe Taslim sama Joong Ki :p
(pas Joong Ki ngasih speech Best APAN Star Award)
Sumber : kpopchart

Selain nerima penghargaan, Joe Taslim ternyata didulat untuk mengisi acara juga looh. Bukan acting berantem gak pake stuntman kayak film-film yang dia bintangi, tapi dia didulat untuk menyanyi.  Yesss.... menyanyi. Joe Taslim tampil duet sama Eru nyanyiin lagu Black Glasses-nya Eru yang versi duet sama Atiqah Hasiholan (yang jadi OST film Hello Goodbye).



Gimana..??
Gimana..??
Kece gak?? :D

APAN Star Award ini sendiri sebenernya adalah penghargaan untuk industri pertelevisian Korea. Di penghargaan ini, aktor-aktor dan aktris-aktris serta drama-drama yang tayang di tiga televisi terbesar di Korea sana yaitu SBS, KBS, dan MBC beradu.

Descendants of The Sun (DoTS) jadi drama yang paling banyak ngegondol penghargaan.
Selain Song Joong Ki yang nerima Best APAN Star Award dan Daesang, DoTS juga dinobatkan sebagai drama terbaik tahun 2016, Jin Goo memperoleh Aktor terbaik, Kim Ji Won aktris terbaik, serta Song Joong Ki dan Song Hye Kyo yang dinobatkan sebagai Pasangan Drama Terbaik.

Para pemenang APAN. Sumber dari Soompi SINI

Sebenernya kalau mau ngikutin perkembangan beritanya dari penghargaan ini, ada beberapa netizen yang kecewa dengan hasil yang dikeluarin sama pihak penyelenggara. Mulai dari kenapa kok drama ini yang menang, kok bukan yang itu atau kenapa si aktris A yang menang bukan aktris Z. Tapi aku mah sebodo amaaaattt. Yang penting mah aktor dan drama favoritku menang dan ada aktor Indonesia yang dapet pengharagaan. :D

Dan jugaaaaaaaa........ bisa ngeliat konsep acara penghargaan yang bagus, elegan, dan menyenangkan semua pihak. Baik itu bintang tamu, pengisi acara, dan juga penonton. :D

Nah aku jadi inget sama salah satu (yang katanya) penghargaan untuk pertelevisian Indonesia yang diadain beberapa waktu yang lalu di salah satu stasiun TV swasta Indonesia.

Untuk memeriahkan acara dan juga menarik minat penonton, pihak penyelenggara mengundang Jin Goo aktor dari Korea yang berperan sebagai Mayor Sersan Seo Dae Young di drama Descendants of The Sun sebagai guest star.

Ternyata, selain sebagai bintang tamu Jin Goo juga diberi penghargaan khusus oleh penyelenggara acara atas prestasinya yang hits pasca main di DoTS.

Itu garis besar dan ekspesktasinya.

Realitanyaaaaaaa..........

Jin Goo memang benar datang sebagai bintang tamu dan juga menerima penghargaannya, tapi.......... dalam menjamu bintang tamunya pihak penyelenggara terkesan main-main, gak serius (ini menurutku sebagai penonton, gak tau kalau menurut yang lain).

Jin Goo seolah cuma dijadikan bahan becandaan. Sebagai guest star dia juga gak diberi porsi yang cukup untuk tampil di layar TV. Penampilannya hanya sekitar 2 atau 3 menit ketika menerima penghargaan khusus yang memang ditujukan buat dia. Udaaahh...!! Anyep banget rasanya pas nonton.

Sekalinya dia keluar lagi, dia didaulat sebagai pembaca kategori untuk kategori sinetron terbaik. Tapi bukannya disandingkan dengan aktor atau aktris mumpuni Indonesia, tapi justru disandingkan dengan........yah you know who lah siapa, gak mau nyebutnya. Kalau belum atau gak nonton googling aja sendiri. Yang intinya disitu Jin Goo keliatan bingung parah. Sampe translatornya pun bingung (kebingungan si translator dicurhatin lewat Vlognya di YouTube (cari : Han Yoo Ra))

Dari sini aku jadi (maaf) banding-bandingin apa yang dialami Jin Goo di Indonesia dan dialami Joe Taslim di Korea. Di Korea sana, secara sama-sama kasat mata Joe Taslim terkesan lebih dihargai keberadaannya. Diberikan porsi yang cukup dan juga terhormat untuk tampil di depan penonton, dia gak terlihat konyol dihadapan publik Korea. Agak cukup berkebalikan dengan apa yang dialami Jin Goo *sedih*

Tapi yaaahhhh bagian terakhir ini cuma pendapat pribadiku aja.
Kalau ternyata salah yaaa maafkan.

Intinya, sebagai warga negara Indonesia bangga lah bisa liat aktor Indonesia mendapat penghargaan di negeri Korea sana. Negeri dimana drama-dramanya banyak banget kita (aku) sukai.

Semoga ini sedikit harapan kalau film (dan semoga) drama Indonesia bisa menjadi lebih baik... :)


"Saya punya mimpi agar semakin banyak kolaborasi Asia kelak," -Joe Taslim, pada sambutannya ketika menerima Best APAN Star Award.