Kamis, 23 Januari 2014

Sayonara Simon Santoso

Kamis, Januari 23, 2014 1 Comments
Sang tunggal putra itu pun akhirnya meninggalkan markas besar Pelatnas Cipayung.

Simon Santoso. Pemain tunggal putra Indonesia kelahiran Tegal, 29 Juli 1985 itu pun mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) dan 'pulang' ke club asalnya Tangkas Jakarta setelah gagal memenuhi target PP PBSI di dua turnamen pembuka di tahun 2014 ini.

Juara Indonesia Open Superseries 2012 dan juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 ini ditargetkan dapat masuk semfinial di turnamen Korea Open Superseries dan Malaysia Open Superseries Premiere, namun Simon gagal memenuhi targer di dua turnamen tersebut. Di Korea Open Superseries, Simon hanya sampai di babak pertama. Perjalanannya harus terhenti setelah dikalahkan oleh pemain ranking 2 dunia asal China, Chen Long dengan skor 11-21 12-21. Sementara itu, di Malaysia Open Superseries Premiere, Simon yang harus berjibaku dari babak kualifikasi justru harus angkat koper jauh lebih awal. Jangankan masuk ke babak utama seperti saat Korea SS, lolos kualifikasi saja tidak. Pemain berusia 28 tahun ini dikalahkan 21-14 22-24 19-21 oleh Gao Huan dari China babak penyisihan kualifikasi.

Berdasarkan dari hasil dua turnamen itu, Kabid Binpres PP PBSI Rexy Mainaky melakukan pemanggilan terhadap Simon dan melalukan pembicaraan terhadap nasib Simon di Pelatnas Cipayung. Dan hasilnya... Simon mengundurkan diri.

Simon saat menjuarai Indonesia Open SSP 2012

Dikutip dari jpnn.com (dalam Samarinda Pos Online) Simon memberikan surat pengunduran dirinya pada Pelatnas kemarin (22/1). Dijelaskan juga bahwa Simon akan kembali berlatih di klubnya Tangkas Jakarta. 

"Saya sudah menyerahkan surat mundur kepada PP PBSI. Setelah ini saya akan kembali berlatih di klub lama Tangkas Jakarta. Harapan saya tetep bisa berprestasi dan memperbaiki rangking serta mengembalikan performa," tutur Simon.

Menanggapi pengunduran diri Simon, Om Rexy *saya panggilnya Om, karena yaa biar lebih sopan. Masa' panggil Pak (?)* membenarkan bahwa Simon sudah tak lagi di Pelatnas.
Lantas, dengan mundurnya Simon siapakah yang akan mengisi slot tunggal putra prestasi menggantikan Simon? Om Rexy memproyeksikan Jo (Jonatan Christie) dan Ihsan (Ihsan Maulana Mustofa) yang saat ini masih berada di kategori potensi sebagai pengganti Simon alih-alih Wisnu Yuli Prasetyo atau Riyanto Subagja yang sebenarnya lebih senior dibandingkan Jo dan dan Ihsan yang 'baru saja lulus' dari level junior. Bahkan Jo di tahun 2014 ini masih diproyeksikan sebagai MS andalan merah putih di ajang World Junior Championship dan Youth Olympic Championship setelah rekannya Ihsan sudah tak bisa mengikutinya lagi lantaran umur yang sudah melewati batas maksimal. *Jo kelahiran tahun 1997 dan Ihsan kelahiran 1995*

"Kita harapkan Jonathan (Jonathan Cristie, Red) atau Ihsan (Ihsan Maulana Mustofa, Red)," tulis Kabid Binpres PP PBSI, Rexy Mainaky lewat pesan singkat *masih dikutip dari jpnn.com (dalam Samarinda Pos Online)*

Nama Jo dan Ihsan ini muncul setelah kecemerlangan mereka di ajang World Junior Championship 2013 yang digelar di Bangkok, Thailand 23 Oktober-3 November 2013 lalu.
Jonathan berhasil mencapai delapan besar dan mengalahkan unggulan kedua turnamen sekaligus wakil tuan rumah, Thammasin Sitthikom. Sedang Ihsan mencapai semifinal.
 
Lantas bagaimana dengan Thomas Cup yang menjadi salah satu 'miles stone' *pinjam istilahnya Pak Gita* yang ditetapkan oleh PP PBSI. Piala Thomas (dan Uber kalau bisa) harus pulang kembali ke Indonesia. Piala Thomas yang sudah hampir 12 tahun tak pernah pulang kembali ke Tanah Air, yang terakhir kali pulang ke pelukan Ibu Pertiwi pada tahun 2002 harus dibawa pulang oleh punggawa merah putih.

"Dia (Simon) siap dipanggil ke dalam skuad Piala Thomas tahun ini jika memang masih dipanggil. Dia akan bermain secara profesional," kata Om Rexy menjawab mengenai permasalahan Tim Thomas setelah mundurnya Simon.

Sedikit flashback mengenang Final Thomas Cup 2002 yang saat itu skuad Thomas Cup masih diperkuat oleh pemain-pemain lawas seperti Taufik Hidayat, Marleve Mainaky (sekarang jadi pelatih tunggal putri Pelatnas), Sigit Budiarto/Candra Wijaya, Tri Kusharjanto/Halim Haryanto, dan Hendrawan.

Final Thomas Cup 2002. Saat itu Indonesia vs Malaysia
- Tunggal pertama : Marleve Mainaky vs Wong Chong Hann 5-7 5-7 1-7 *kalah* :'(
- Ganda pertama : Sigit Budiarto/Candra Wijaya vs Chew Choong Eng/Chan Chong Ming 7-3 7-4 7-2 *menang* :')
- Tunggal kedua : Taufik Hidayat vs Lee Tsuen Eng 7-1 5-7 2-7 3-7 *kalah* :'(
- Ganda kedua : Tri Kusharjanto/Halim Haryanto vs Lee Wan Wah/Choong Tan Fook  8-7 7-8 7-1 7-3 *menang* :')
- Tunggal ketiga : Hendrawan vs M.Roslin Hashim 8-7 7-2 7-1 *menang* :')

P.S: gak ngerti tuh gimana sama sistem angka 7. Pokoknya Tim Thomas Indonesia menang 3-2 dari Malaysia gitu aja deh... *wkwkk*

Tim Thomas 2002 *rata2 sekarang pada jadi pelatih* :D

Memang sedikit mengagetkan sekaligus menyayangkan meskipun sudah ada beberapa yang memprediksikan bahwa ending dari karir Simon di Pelatnas Cipayung akan seperti ini. Namun, seperti apa kata pepatah roda akan selalu berputar. Simon yang pernah mengalami kondisi di atas dengan raihan-raihan prestasi yang diraihnya kini harus di bawah, kembali harus berjuang untuk memutar kembali rodanya agar ia bisa kembali di atas walau harus berkorban keluar dari Pelatnas untuk memberikan kesempatan kepada junior-juniornya untuk ikut merasakan bagaimana kerasnya pertarungan tunggal putra dunia. Memberikan estafet regenerasi kepada adik-adiknya untuk membanggakan dan mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui bulutangkis sektor tunggal putra.

Mundurnya Simon dari Pelatnas juga bukan sebuah titik mati bagi karir pria Tegal ini. Berkarir melalui jalur independen (atau sering disebut jalur profesional) di luar Pelatnas bisa menjadi pilihan untuk membangun karir kembali sekaligus membuktikan bahwa sebenarnya Simon belum habis. Ia mundur dari Pelatnas hanya untuk memberikan tempatnya pada adik-adik yang sangat disayanginya yang diharapkannya dapat menggantikan dirinya berdiri di podium tertinggi sektor tunggal putra di turnamen-turnamen bergengsi dunia.

Sayonara Simon... :'( *gambar pinjam dari sini*

Simon Santoso...
Terima kasih atas segala dedikasi yang engkau berikan selama hampir 11 tahun (2003-2014) bergabung di Pelatnas Cipayung.
Semoga kami para pecinta bulutangkis Indonesia masih dapat melihat aksimu di lapangan hijau, meski kau tak lagi bergabung di 'kawah candradimuka' bulutangkis Indonesia.

Simon Santoso. Indonesia GPG 2013.
*gelar terakhir dengan label 'pemain Pelatnas' (selain Kejurnas) *


  *P.S : Tulisan lain tentang Simon yang paling saya suka. Tulisan dari Bang Ega (wartawan Top Skor). Bisa dibaca disini. Atau langsung aja klik ke http://foodballgame.wordpress.com/ 

Rabu, 22 Januari 2014

[OPINI] Liliyana di Superliga, Untung ataukah Rugi?

Rabu, Januari 22, 2014 0 Comments
Melihat nama Liliyana Natsir di list pemain yang akan ikut meramaikan turnamen Djarum Superliga 2014 memunculkan sebuah tanda tanya cukup besar dalam pikiranku yang seharusnya justru mikirin skripsi *abaikan kata yang terakhir :p*

Liliyana Natsir. Kirab Juara Dunia 2013.
Liliyana Natsir, pemain spesialis ganda campuran (saat ini berpasangan dengan Tontowi Ahmad) yang dalam beberapa tahun ini seakan selalu menjadi 'pahlawan' penyelamat muka Indonesia untuk mendapatkan gelar di turnamen-turnamen besar selevel Superseries dan Superseries Premiere tiba-tiba harus turun gunung dan ikut dalam turnamen antar club. Kendati Djarum Superliga ini digadang-gadang sebagai turnamen antar klub paling bergengsi tapi tetap saja keikutsertaan Liliyana dipertanyakan manfaatnya.

Djarum Superliga yang secara sistem menganut sistem Thomas dan Uber Cup yang mempertandingkan antara tim putra dan tim putri sejatinya bukan urusan Liliyana sebagai pemain spesialis ganda campuran. Keikutsertaannya justru akan mengurangi jatah pemain (dalam hal ini pemain ganda putri) untuk mendapatkan kesempatan bermain di jalur mereka yang seharusnya.

Memang... dalam hal bertanding pemain tidak boleh pilih-pilih pertandingan, bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa 'practice makes perfect'. Tapi dalam konteks ini saya rasa tidak terlalu relevan untuk rasionalisasi keikutsertaan Liliyana dalam Superliga.
Ditambah dengan fakta bahwa partner Liliyana, Tontowi tidak ikut turut ambil bagian dalam Superliga kali ini.

Jika saya boleh memilih dan boleh usul, saya lebih memilih Liliyana untuk diperam (berlatih secara lebih intensif) saja di Pelatnas Cipayung untuk dipersiapkan turun di turnamen All England yang akan digelar pada tanggal 4-9 Maret 2014 daripada mengikuti Superliga ini. 

Alasan yang pertama mungkin karena faktor prestise. All England sebagai turnamen bulutangkis tertua di dunia menjadi salah satu turnamen bulutangkis level SSP yang paling banyak dijadikan incaran banyak pemain. Belum lagi fakta bahwa Tontowi/Liliyana adalah pemegang dua kali juara berturut-turut (tahun 2012-2013) dan tahun ini mereka diproyeksikan untuk 'hattrick' gelar All England ini.

All England 2012
All England 2013
Sebagai juara dua tahun berturut-turut dan berpotensi menjadi yang ketiga kalinya tentunya bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Lawan-lawan mereka justru akan jauh lebih berambisi untuk mengambil titel juara All England yang sudah dua tahun berturut-turut diambil oleh Tontowi/Liliyana, mereka tak akan membiarkan pemain ranking 2 dunia ini untuk kembali membawanya pulang. Ini yang harus dibuktikan oleh Tontowi dan Liliyana bahwa mereka sanggup dan bisa membawa kembali gelar juara All England kembali pulang ke tanah air.

PBSI sendiri di akhir tahun 2013 sudah menetapkan target-target turnamen apa saja yang harus direngkuh titel juaranya dan salah satunya adalah All England ini sendiri. Dan Liliyana bersama Tontowi dan juga M.Ahsan/Hendra Setiawan (dari sektor MD) lagi-lagi diberikan 'amanah' untuk membawa titel juara dari turnamen bulutangkis tertua itu.

Sempat berpikiran bahwa Superliga bisa dijadikan ajang latihan dan ukur kemampuan sudah sejauh mana hasil latihan mereka selama ini di Pelatnas Cipayung karena di Superliga sendiri pemain-pemain kelas dunia sebut saja Lee Chong Wei, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, dan Misaki Matsutomo/Sayaka Takahashi ikut turut andil dalam turnamen berhadiah total 2 Milyar rupiah ini.

Alasan kedua adalah, kenyataan bahwa rapor Tontowi/Liliyana yang akhir-akhir ini juga belum menunjukkan hasil yang memuaskan juga bisa dijadikan sebuah pertimbangan mengapa seharusnya Liliyana tetap berada di Pelatnas Cipayung dan menjalani latihan intensif daripada harus mengikuti turnamen Superliga.

Di penghujung tahun sebagai pemegang 2 juara level SSP (All England dan China Master), 2 juara level SS (Singapore Open dan India Open), *correct me if I wrong* serta juara Dunia Tontowi/Liliyana dibuat tak berdaya di turnamen BWF Super Series Final. Di tiga pertandingan yang harus mereka lakoni di fase grup, tak satupun kemenangan mereka raih. Kekalahan pahit atas rekan satu grup mereka yakni Sudket Prapakamol/Saralee Thongthoungkam, Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen, dan Xu Chen/Ma Jin harus mereka telan. Posisi sebagai juru kunci grup dan tersingkir lebih awal dari turnamen pun harus mereka terima.

Tontowi/Liliyana di BWF Superseries Final

Di awal tahun 2014 pun begitu, di turnamen pembuka yang mereka ikuti di Malaysia Open Superseries Premiere Tontowi/Liliyana hanya bisa sampai ke babak semifinal sebelum dikalahkan oleh musuh bebuyutan mereka Xu Chen/Ma Jin dalam dua game langsung 14-21 13-21. Sebenarnya mereka sendiri menargetkan juara di turnamen yang baru naik level menjadi Superseries Premiere di tahun 2014 ini karena sebelumnya hanya berlevel Superseries.

Tontowi/Liliyana di SF Malaysia SSP

Tontowi mengalami cedera kaki saat latihan hari pertama di Malaysia menjadi salah satu alasan kenapa ganda campuran berperingkat 2 dunia ini harus menelan kekalahan cukup telak dari pasangan China. Tapi faktor cedera tak bisa satu-satunya alasan, dan mereka bertekad untuk segera fokus menuju All England.

Nyatanya..?? Liliyana justru turun di Superliga.

Persiapan untuk Uber Cup 2014 kah..??
Ini bisa dijadikan salah satu alasan yang cukup rasional saat pertanyaan "Mengapa Liliyana harus ikut dalam Djarum Superliga saat partnernya saja tak ikut ambil bagian?"

Ya proyeksi untuk Uber Cup 2014 yang akan dihelat pada 18-25 Mei di New Delhi, India. Namun kembali lagi, mengapa harus Liliyana di saat ganda-ganda putri Indonesia lain sudah mulai menggeliat meskipun belum bisa dibilang 'bersinar'. Nama-nama seperti Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Tiara Rosalia Nuraidah/Suci Rizki Andini bisa cukup untuk memperkuat tim Uber. Belum lagi ada mitos bahwa pemain-pemain Indonesia akan lebih 'spartan' saat bermain ketika dalam kejuaraan multi event yang membawa nama negara. Seolah sampai titik darah penghabisan akan mereka perjuangkan.

Dalam sejarah, Liliyana memang pernah juga berjaya di sektor ganda Putri. Bersama pasangan abadinya, Vita Marissa, Liliyana pernah menjuarai berbagai turnamen-turnamen penting diantaranya China Master SS 2007, dan Djarum Indonesia Open SS 2008 dan nangkring di ranking 9 dunia. Di Uber Cup 2008 pun Liliyana dan Vita pun menjadi tulang punggung tim, di final mereka harus bertarung 3 game melawan Yang Wei/Zhang Jiewen dari China, yang pada akhirnya dimenangkan ganda China dengan skor 15-21 21-19 16-21 -_-

Tapi itu semua terjadi 6 tahun yang lalu. Saat Liliyana masih berusia 22 tahun.

Vita/Liliyana. China Master SS 2007

Vita/Liliyana. Indonesia Open SS 2008

Keikutsertaan Liliyana dalam ajang dua tahunan ini pun terakhir tercatat saat Thomas-Uber Cup 2010 yang diselenggarakan di Malaysia. Saat itu, Liliyana yang dipasangkan dengan Shendy Puspa Irawaty hanya dipasangkan sebagai ganda kedua yang dalam perjalanan dari penyisihan grup hingga semi final hanya bertanding sebanyak 2x, di penyisihan grup saat melawan Australia dan Denmark. Sisanya, mereka tak pernah turun untuk bertanding lagi. Pertandingan ganda putri dipercayakan kepada pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Liliyana sendiri pernah mengatakan bahwa ia tak akan pernah bermain di sektor ganda putri lagi karena menurutnya bermain ganda putri lebih menguras tenaga jika harus dibandingkan dengan bermain di ganda campuran *ya iyalah, di XD ada tukang gebung macem algojo yang siap jumping smash di belakang (lirik Owi) :p*
Namun, jika ia diminta untuk bermain lagi di ganda putri ia selalu siap... namun dengan syarat itu harus di turnamen multievent beregu (seperti Sudirman Cup dan Thomas Uber Cup) selain itu, ia tak akan pernah mau kembali lagi bermain di sektor ganda putri.

Jadi, menurut kalian kenapa Liliyana ikut dalam turnamen Superliga...??


P.S : perlu diingat... tulisan ini bukanlah judgment, bukan juga protes, bukan juga reaksi panic ala-ala BL Panic yang gak suka liat idolanya main tapi gak sesuai sama apa yang dia pengen. BUKAAANNN...!!!
Ini cuma sekedar uneg-uneg dan bentuk share pemikiran saya sebagai penikmat olahraga tepok bulu... :D
Jikalau ada yang salah, mohon jangan di-flame atau di-bash atau di-kata-katain sok tau atau gimana... mending dikoreksi dan dibenarkan sehingga bisa jadi bahan perbaikan saya di kedepannya. Lumayan toohh bagi-bagi ilmu. Eheheee...
*dan juga karena sejatinya dan sebenernya, agak seneng juga sih denger Liliyana main di Superliga.. bisa prepetin doski... minta fobar dan TTD lagi...* #plak *abaikan kalimat dodol yang baru saja anda baca* :p

Sekian....
Salam damai dan merdeka..... :D

Djarum Superliga 2014 : Seize The Glory!

Rabu, Januari 22, 2014 0 Comments
Hyaaaaatttttt.......
Turnamen antar klub paling bergengsi di Indonesia bakalan diadain lagi....

Djarum Superliga 2014 will be attend on 3-9 February 2014 at DBL Arena Surabaya... *huurrraayyy* *ayo ngelive* *sambil nge-dance* *lupa skripsi* #plak

Djarum Superliga 2014 *gambar pinjem disini*

Sebelum kita berhura-hura dan ngerusuh di DBL Arena awal bulan depan... yokk ngintip dulu klub-klub mana aja yang bakal ikutan ngeramein turnamen yang tahun ini hadiah totalnya sampe 2 milyar rupiah...

Djarum Superliga 2014 bakal diikutin oleh klub terbaik di Indonesia yakni PB. Djarum, PB. Jaya Raya Jakarta, PB. Hi Qua Wima Surabaya, PB. Mutiara Cardinal Bandung, Musica Champion.

Selain club-club terbaik Indonesia, turnamen antar klub paling bergengsi ini pun bakal lebih meriah dengan datangnya 7 klub asing. Klub-klub itu adalah: Unysis, Reneasas, Tricky Panda (Jepang), SCG Thailand, Malaysia Tiger, Cooperative Bank China Taipei, dan klub Singapura...

Wohhoo... bakal rame bangeett pastinyaa... :D

Nahh setelah tahu klub-klub mana yang bakal ikut, sekarang yuk ngeliat klub mana yang jadi unggulan di masing-masing tim.. *as you know, sistem Superliga ini kayak Thomas Uber Cup yang dimana tim dibagi menjadi dua yakni Tim Putra dan Tim Putri :D*

Piala Superliga

Unggulan Tim Putra:
1. Jaya Raya Jakarta
2. Musica Champion 
3. Djarum
4. Coorporative Bank China Taipei

Unggulan Tim Putri:
1. Jaya Raya Jakarta
2. Mutiara Cardinal Bandung
3. Djarum
4. SGC Thailand

Penentuan unggulan ini berdasarkan peringkat pemain-pemain yang dibawa masing-masing klub per tanggal 16 Januari 2014.

Untuk pembagian Grup-nya sendiri sebagai berikut... :D

PUTRA
Group A 
- Jaya Raya Jakarta (1)
- Coorporative Bank Taipe (4)
- Malaysia Tigers
- Hi Qua Wima Surabaya
- SCG Thailand

Group B
- Musica Champions Kudus (2)
- PB Djarum Kudus (3)
- Unisys Badminton Club Japan
- Singapore
- Guna Dharma Surabaya

PUTRI
Group C
- Jaya Raya Jakarta (1)
- PB Djarum Kudus (3)
- Renesas Badminton Club Japan
- Gifu Tricky Panda Japan
- Coorporative Bank Taipei

Group D
- Mutiara Bandung (2)
- SGC Thailand (4)
- Unysis Badminton Club Japan
- USM Semarang
- Singapore
 

Dan ini dia daftar nama pejuang-pejuang yang dibawa oleh masing-masing klub untuk memperkuat tim-nya dan merebut tahta tertinggi Superliga 2014

DJARUM
Manajer : Fung Permadi
Tim Putra
- Dionysius Hayom Rumbaka
- Riyanto Subagja
- Thomi Azizan Mahbub
- M. Bayu Pangisthu
- M. Ahsan
- Berry Angriawan
- Fran Kurniawan
- M. Ulinnuha
- Rendy Sugiarto
- Didit Juang

Tim Putri
- Intan DJ
- Febby Angguni
- Ana Rovita
- Dinar Dyah Agustine
- Vita Marissa
- Liliyana Natsir
- Shendy Puspa Irawati
- Meiliana Jauhari
- Melati Daeva Oktavianti
- Rosyita Eka Sari Putri

JAYA RAJA JAKARTA
Manajer : Sigit Pamungkas
Tim Putra
- Kenichi Tago
- Nguyen Tienh Minh
- Tommy Sugiarto
- Wisnu Yuli S
- Hermansyah
- Angga Pratama
- Hendra Setiawan
- Markis Kido
- Bona Septano
- Putra Eka Rhoma

 Tim Putri
- Busanan Ongbamrungphan
- Minatsu Mitani
- Bellaetrix Manuputty
- Adrianti Firdasari
- Rizky Amelia Pradibta
- Pia Zebadiah Bernadeth
- Gresyia Polii
- Nitya Krishinda Maheswari
- Della Destiara Haris
- Anggia Shitta Awanda


MUSICA CHAMPION
Manajer : Haryanto Arbi 
Tim Putra
- Lee Chong Wei
- Lee Hyun Ill
- Marc Zwiebler
- Vladimir Ivanov
- Simon Santoso
- Alamsyah Yunus
- Rian Agung Saputro
- Wahyu Nayaka Arya P
- Ricky Karanda S
- Lee Yong Dae atau Trikus *masih dalam tahap nego*

HI QUA WIMA SURABAYA
Tim Putra
- Arief Gifar Ramadhan
- Febriyan Irvanaldy
- Fauzi Adnan
- Riky Widianto
- Ade Yusuf
- Ronald Alexander
- Rizky Antasari
- Rizky Hidayat
- Riyo Arief 

GUNA DHARMA
Tim Putra
- Alrie Guna Dharma
- Setyaldi Putra Wibowo
- Senatria Agus Setia Putra
- Andrianus Prasojo Adi
- Rizko Azuro
- Wildan
- Fajar Alvian
- Riki Erianto
- Dandi P
- Kenas Adi Haryanto

MUTIARA CARDINAL BANDUNG
Tim Putri
- Lindaweny Fanetri
- Aprillia Yuswandari
- Hera Desi Ana Rahmawati
- Hanna Ramadhini
- Tiara Rosalia Nuraidah
- Suci Rizky Andini
- Gebby Ristiyani Imawan
- Melvira Oklamona
- Maretha Dea O

USM SEMARANG
Tim Putri
- Tieke Arieda Ningrum
- Arinda Sari Sinaga
- Aida
- Rina Andriani
- Variela Aprilsasi Putri L
- Komala Dewi
- Ririn Amelia
- Dela Augustia Surya
- Uswatun Khasanah
- Ni Ketut Mahadewi
 
Cooperative Bank Chinese Taipei
Tim Putra
- Chou Tien Chen 
- Hsueh Hsuan Yi
- Chu Han Chou
- Lu Chi Yuan
- Tsai Chia Hsin
- Lee Sheng Mu
- Lin Chia Yu
- Wu Hsiao Lin

Tim Putri
- Hsu Ya Ching
- Pai Yu PO
- Chiang Mei Hui
- Cheng Shao Chieh
- Cheng Wen Hsing
- Hsieh Pei Chin
- Wang Pei Rong
- Kuo Yu Wen
 

SCG Thailand
Tim Putra
- Sitikom Thammasin
- Khosit Phetpradab
- Pannawit Thongnuam
- Dechapol Pauvaranukroh
- Kittinupong Kedren
- Supak Jomkoh
- Wannawat Ampunsuwan
- Nipithphon Phuangphuphet
- Natdanai Uakoolwarawat

Tim Putri
- Nitchaon Jindapon
- Sapsiree Taerattanachai
- Pornpawee Chochuwong
- Rawinda Prajongjai
- Puttita Supajirakul
- Rodjana Chuthabunditkul
- Jongkolphan Kititharakul
- Pacharakamol Arkornsakul

Unisys Jepang
Tim Putra 
- Hyo Nakajo
- Shuichi Sakamoto
- Hajime Komiyama
- Fumitake Shimizu
- Yu Hirayama
- Yosuke Nakanishi
- Kenta Kazuno
- Kazushi Yamada
- Hiroyuki Endo
- Kenichi Hayakawa

Tim Putri
- Ayane Kurihara
- Zhizuka Uchida
- Masayo Mojirino
- Ayaka Takahashi
- Sayaka Takahashi
- Misaki Matsutomo
- Nozumi Okuhara
- Momoka Kimura
- Naru Shinoya
- Chisato Hoshi

Renesas Jepang
Tim Putri
- Satoko Suetsuna
- Miyuki Maeda
- Mizuki Fujii
- Reika Kakiiwa
- Kana Ito
- Yui Miyauchi
- Naoko Fukuman
- Ayumi Mine
- Yuki Fukushima
- Sayaka Hirota

Gifu Tricky Panda, Jepang
Tim Putri
- Rie Eto
- Ya Shimozaki
- Saya Yamamoto
- Aoi Matsuda
- Soyoka Yamaguchi
- Arisa Hashizume 

Malaysia Tiger
Tim Putra 
- Iskandar Zulkarnain Z
- Goh Soon Huat
- Chong Yee Han
- Tan Kian Meng
- Teo Ee Yi
- Nelson Heg Wei Keat
- Chooi Kah Ming
- Ow Yaw Han
- Teo Kok Siang
- Low Juan Seng

Singapura
Tim Putra
- Derek Wong Ziliang
- Ashton Chen Yong Zhao
- Robin Gonansa
- Huang Chao
- Danny Bawa Chrisnanta
- Chayut Triyachart
- Terry Yeo Zhao Jiang
- Loh Kean Hean
- Terry Hee Yong Kai

Tim Putri 
- Gu Juan
- Chen Jiayuan
- Liang Xiayo
- Yeo Jia Min
- Shinta Mulia Sari
- Yu Yan Vanessa Neo
- Elaine Chua
- Delis Yuliana
- Tan Wei Han

Hyaaakk...
Itu tadi seed, pembagian grup, dan susunan pemain untuk Superliga 2014 ini...
Ada prediksi siapa yang bakal juara di tahun ini...??

Kalau di tahun lalu, Musica Champion keluar sebagai juara di Tim Putra setelah mengalahkan Tim Malaysia Tiger dengan hasil akhir 3-2..

Musica Champion. Men's Team Winner Superliga 2013
 
Sementara di Tim Putri, Gelar Juara berhasil diborong pulang oleh Tim Jaya Raya Jakarta. Menghadapi tim Unysis Jepang, Jaya Raya Jakarta mengalami nasib setali tiga uang dengan tim Musica Champion. Jaya Raya menang dramatis dengan skor akhir 3-2


Jaya Raya Jakarta. Women's Team Winner Superliga 2013


Yang disayangkan dari Superliga tahun ini adalah absennya dua klub tenar Indonesia yakni Jaya Raya Suryanaga dan Tangkas Specs. Tidak diketahui kenapa dua klub elit yang menelurkan atlet-atlet nasional berprestasi seperi Sony Dwi Kuncoro, Rian Agung Saputro, Alvent Yulianto Chandra, Lindaweny Fanetri (dari Jaya Raya Suryanaga), Simon Santoso, Jonatan Christie, dan Liliyana Natsir (Tangkas Specs) ini tidak ikut ambil bagian. Padahal keikutsertaan keduanya akan dipastikan semakin meramaikan turnamen ini. Apalagi bagi Jaya Raya Suryanaga, absennya mereka di tahun ini merupakan sebuah kemunduran sekaligus memunculkan tanda tanya besar, klub lokal tuan rumah (Surabaya) tidak ikut andil bagian padahal turnamen diadakan di hometown mereka. Title sebagai juara tiga tim putra yang mereka dapatkan di pagelaran tahun baru pun sebenarnya juga bukan pencapaian yang terlalu buruk.

Yaaahhh tapi apapun semoga Superliga tahun 2014 ini rame yaakkk....
Horreee.... Horree.... Horee... Horeeee..... :D

*koret-koret uang di dompet*


*sumber informasi:
- Tweet om Hendri Gumay

P.S: Jika ada perubahan informasi, postingan ini akan di-update.. :D

Sabtu, 11 Januari 2014

Hai 2014

Sabtu, Januari 11, 2014 0 Comments
Hai bloggers...
Sepertinya udah telat banget yaa untuk say hai ke 2014 karena yaa 2014 udah jalan 11 hari gitu..
Tapi bagiku lebih baik terlambat daripada tidak pernah menjalaninya sama sekali... hehehee... *bisa aja ngelesnya* :p

2014 bisa jadi akan jadi tahun yang lumayan berat buat dijalani. Akhir perjalanan selama hampir empat tahun kuliah bakal harus (diusahakan dengan sangat keras) diakhiri di tahun ini. Yah... tahun ini tahunnya ngerjain SKRIPSI... *oh meeeenn* *kemudian guling-guling*

Sebenernya usaha untuk memuluskan jalan skripsi sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu, tapi yang namanya usaha juga harus terus diusahakan terus sampai target dan tujuannya selesai.. :D

Aku gak mau terlalu banyak mengingat apa yang sudah terjadi selama 2013 kemarin. Pastinya begitu banyak kenangan baik senang, susah, suka, sedih, bahagia, dan segala perasaan lain yang mungkin tak bisa didefinisikan... semuanya bercampur menjadi satu... :D

Semua rasa syukur serta terima kasih tak terhingga kepada keluarga. Ayah, Ibu, dan mas yang tak pernah lelah untuk memberikan semangat dan dukungan. Senyum dan 'cengiran' saat aku melakukan sedikit kenakalan dan kekhilafan.. *yaa namanya juga anak muda kok.. tapi tenang, aku masih bisa tahan diri dan gak lepas kontrol kok* :D

Syukur dan terima kasih juga semua orang-orang yang telah dapat kutemui setelah sekian lama hanya bisa aku lihat di layar kaca. Orang-orang yang selalu mengajarkan tentang bagaimana tentang semangat berjuang dan menjunjung sportifitas, orang-orang yang selalu dapat mengobarkan kembali cita-citaku. :D

Apresiasi terbesar juga akan selalu kuberikan kepada semua sahabat-sahabat dan teman-teman yang selalu mendukung dan berjalan bersamaku... aku tak akan menyebutnya satu persatu... karena kalian sama-sama berharga tak ada yang lebih diantara yang lain. Tetap berjalan bersama kawan... I love you all... :D

Dan akhir dari semua ini, selamat menjalani 2014. Semoga 2014 menjadi tahun yang lebih baik... menjadi tahun yang lebih berkah dibandingkan tahun 2014.

Lantas apa resolusi di tahun 2014 ini kawan?
Tak mau banyak menetapkan banyak resolusi...
Aku hanya ingin menjadi lebih baik di 2014
Menyelesaikan SKRIPSI-ku dan LULUS S1 dengan gelar S.I.Kom sebelum bulan Juni.. *AMIINN*
Dan bisa mengembalikan jam tidur yang normal, gak lagi-lagi begadang. gak lagi-lagi tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang... kenapa? karena ternyata itu gak baik untuk kesehatan... hahahahaaa.... :D

Untuk keberlangsungan blog ini, aku tak mau menjanjikan banyak hal... semoga akan selalu ada waktu untuk menulis dan mengisinya... :D