Rabu, 19 April 2017

[REVIEW] Fabricated City : Ketika Gamers dihadapkan pada Reality

Rabu, April 19, 2017 3 Comments
"Orang-orang bilang jika pohon itu telah mati.
Tapi aku bilang, pohon itu masih belum mati.
Malam itu... aku bermimpi.
Di dalam mimpiku itu aku melihat cabang-cabang pohon tersebut,
bertumbuh dengan kuat mengarah ke langit.
Sekali lagi aku mengumpulkan orang-orang dan berkata...
"Pohon itu... belum mati."" -Kwon Yoo.


Sukses dengan drama The K2, Babang Ichang a.k.a Ji Chang Wook oppa kembali menggebrak dunia hiburan Korea dengan aksi-aksi atraktifnya lewat film action yang berjudul "Fabricated City". Gak beda jauh dengan drama Bang Ichang sebelumnya, The K2 dimana Bang Ichang harus lari-lari, kebut-kebutan mobil, berantem-berantem, pukul-pukulan, sampe main tembak-tembakan, di film Fabricated City ini pun Bang Ichang juga harus melakukan scene-scene yang sama seperti di The K2. Tapi bedanya di film ini, efek visualnya lebih sangar sehingga suasananya lebih tegang, dan gokiiiilll....!! :D


Judul : Fabricated City
Sutradara : Park Kwang Hyun
Negara : Korea Selatan
Bahasa : Korea
Genre : Action, Crime
Durasi : 126 menit
Distributor : CJ Entertainment
Rilis :  9 Februari 2017 (Korea) / 24 Februari 2017 (Global)

Pemain :
Ji Chang Wook sebagai Kwon Yoo
Shim Eun Kyung sebagai Yeo Wool (Teolbo Hyeongnim)
Ahn Jae Hong sebagai Demolition
Oh Jung Se sebagai Min Chun Sang
Kim Sang Ho sebagai Ma Deok Soo



PLOT

Di kehidupan nyata, Kwon Yoo (diperankan oleh Ji Chang Wook) adalah seorang pengangguran yang hobinya main game online sepanjang hari. Ibunya yang (sepertinya) bekerja sebagai seorang perawat di sebuah rumah sakit sampai sebal melihat kelakuan Kwon Yoo. Tapi siapa sangka, di dunia game Kwon Yoo justru merupakan seorang Daejang atau Captain yang memimpin sebuah kelompok yang saling bekerja sama dalam sebuah misi dalam sebuah game.

Suatu hari, Kwon Yoo yang sedang asyik bermain game terinterupsi dengan bunyi nada dering dari sebuah ponsel yang tertinggal di bawah meja sebelah tempatnya biasa bermain game. Tertarik dengan imbalan yang akan diberikan jika ia bersedia mengembalikan ponsel yang ia temukan tersebut ke alamat yang sudah disebutkan, Kwon Yoo pun bersedia untuk mengembalikan ponsel tersebut. Namun naas, keesokan paginya setelah Kwon Yoo mengembalikan ponsel tersebut Kwon Yoo justru ditangkap polisi dengan tuduhan pemerkosaan sekaligus pembunuhan terhadap anak-anak di bawah umur dengan 31 tusukan di tubuhnya. Karena merasa gak melakukan perbuatan yang dituduhkan, Kwon Yoo pun dengan sekuat tenaga menyangkal.

Tapi gak tau gimana, proses hukum justru dengan sangat cepat memproses kasus Kwon Yoo. Gak hanya proses hukum yang berlangsung dengan sangat cepat, bukti-bukti yang dibutuhkan untuk membutikan Kwon Yoo bersalah pun dalam sekejap bisa ditemukan dan diberikan. Sehingga pada akhirnya Kwon Yoo pun terpaksa menerima hukuman seumur hidup atas kejahatan yang gak dilakukannya.


Di penjara, Kwon Yoo dibully habis-habisan oleh narapidana lain termasuk oleh Ma Deok Soo, salah satu narapidana yang paling ditakuti di penjara. Oleh Ma Deok Soo Kwon Yoo dipaksa untuk mengakui perbuatannya dan bertaubat. Karena itulah tujuan dari seorang penjahat masuk ke dalam penjara. Tetapi karena Kwon Yoo berkeyakinan ia tidak bersalah, ia menolak permintaan Ma Deok Soo dan berakhir dengan perkelahian diantara Kwon Yoo dan kawanan Ma Deok Soo.

Suatu hari di perjalanan menuju rumah sakit usai terlibat perkelahian cukup parah dengan Ma Deok Soo, Kwon Yoo melakukan aksi pelarian diri. Dari aksi pelarian diri ini, Kwon Yoo kemudian justru bertemu dengan Teolbo Hyeongnim (yang aslinya seorang perempuan bernama Yeo Wool) dan rekan-rekan satu timnya yang lain dalam game.

Dengan bantuan rekan-rekan se-timnya dalam game, Kwon Yoo kemudian memulai misi penyelidikan siapa dalang di balik semua kejadian yang menimpa dirinya tersebut.



KESAN

Kesan selama nonton film ini tuh KAMPRET! KEREN ABIS!!

Di pembuka film kita dikasih scene-scene tegang pertempuran yang diolah dengan efek-efek yang keren abis. Kemudian kita diajak buat memahami kehidupan sederhana tapi lumayan ngenes ala si Kwon Yoo yang pengangguran tapi keranjingan main game. Setelah itu kita ditarik dibikin penasaran dengan scene dimana Kwon Yoo tiba-tiba ditangkap polisi, diproses secara hukum dengan cepet banget sampai Kwon Yoo masuk penjara dan dibully habis-habisan di dalam penjara.

Sampai sejauh itu kita dibikin greget dan gemes...

Baru ketika Kwon Yoo akhirnya kabur dari penjara trus ketemu Teolbo Hyeongnim (Yeo Wool) kita akan dibuat ternganga dengan peralatan-peralatan yang dia punya. Sebagai seorang gamer yang ternyata seorang hacker juga, Yeo Weol punya seperangkat alat dan komputer yang canggih di rumahnya yang (menurutku) lebih mirip kandang ayam. Hwahahaa.....

Bagi kalian yang anak gamer pasti mupeng liat alat-alat yang dipunya Yeo Weol.

Siapa yang gak mupeng liat beginian?


Selama nonton film ini, selain tokoh Kwon Yoo yang penting dan menarik karena dia teraniaya gara-gara difitnah melakukan pemerkosaan dan pembunuhan, tokoh/sosok Yeo Weol juga menarik banget karakternya. Dia digambarin sebagai orang yang (mungkin) anti sosial. Di awal ketemu Kwon Yoo dan temen-temen gamernya yang lain, Yeo Weol gak mau berkomunikasi secara langsung. Dia maunya ngomong lewat telepon. Yang itu bikin temen-temennya heran.. :v

Tapi untuk masalah kemampuan komputerisasinya... jangan ditanyaa... dia jago banget. Dia bisa jadi hacker handal yang bisa menyusup ke sistem-sistem operasi orang demi bisa dapetin informasi. Bisa juga jadi aplikator handal juga yang bisa bikinin aplikasi pendukung buat alat-alat yang akan dipake temen-temennya untuk ngebantu ngebongkar rahasia kasus Kwon Yoo.

Yeo Weol si Lady Hacker.... \m/

Selain ada Yeo Weol ada juga Demolition dan siapa itu dua orang lagi yang aku gak apal namanya yang juga ngebantuin Kwon Yoo dan Yeo Weol dalam pengungkapan kasus Kwon Yoo. Mereka keren bangeeet. Kalau Yeo Weol ngurusin masalah ngehack dan aplikasi di komputer, mereka berdua ini yang ngerakit dan ciptain alat-alat pendukung seperti alat pendeteksi gelombang, sampe drone yang bisa memindai struktur bangunan. Keren abiss laah...

Disini aku juga salut sama usaha ibunya Kwon Yoo yang mati-matian berusaha meyakinkan masyarakat dan juga pihak hukum bahwa anaknya gak bersalah. Tapi karena ada sesuatu yang 'dilakukan' usaha ibu Kwon Yoo sia-sia.. :(

Oppa setampan ini jadi pembunuh? Gak mungkin!! :p

Berhubung genre film ini adalah action dan crime, maka film ini juga gak jauh-jauh sama adegan perkelahian yang hantam-hantaman dan gebuk-gebukan. Untuk masalah scene action yang melibatkan adegan pukul-pukulan, gebuk-gebukan, sampe berdarah-berdarah itu.. acting Ji Chang Wook gak perlu lagi untuk diragukan. Dia selalu totalitas banget dalam melakukan scene action itu. Hasilnya pun selalu keren. Aku gak perlu lagi kan untuk menyebutkan bukti kekerenan si Babang Ichang ini dalam melakoni scene action yang kadang-kadang setengah akrobat juga? Suksesnya drama Healer dan The K2 udah cukup jadi bukti. #eak.

Trus berhubung latar belakang film ini juga adalah 'dunia game' dan juga kecanggihan teknologi maka alat-alat yang divisualisasikan di layar pun juga keren-keren banget!
Selain seperangkat alat yang dipunya Yeo Weol, alat-alat yang dipunya sama Min Chung Sang si pengacara yang ternyata nyebelin itu juga keren abiisss.... Dia bisa mengakses bermacam-macam info dari berbagai pihak lewat kumpulan-kumpulan alat yang ada di salah satu ruangan di kantornya.

Cem gini niihh...!!!

Disamping punya alat yang canggih abiss... Min Chung Sang ini juga punya tim yang bergerak buat 'ngebikin' bukti kejahatan dan TKP kejahatan dengan tersangka yang mereka mau. Gimana caranya? Tonton ajaaa... karena kalau kuceritain disini nanti ketahuan dong penyebab Kwon Yoo bisa ditetapin jadi tersangka padahal dia gak ngelakuin apa-apa. :D *nyengir*

Si Min Chung Sang ini juga menurutku sosok antagonis yang serem. Dia hampir mirip-mirip psikopat gitu deh. Pura-pura baik tapi ternyata dia busuknya minta ampun! KZL!

Intinya film ini tuh recommended banget deh buat ditonton. Apalagi buat yang suka sama film-film action dan yang bergenre kriminal. Cocok bangeeett!!

Scene yang menurutku paling keren dan paling deg-degan tuh yang pas bagian akhir yang Kwon Yoo harus kejar-kejaran pake mobil sama gengnya Ma Deok Soo. Ituu adrenalin rush bangeeett!! Bikin khawatir kalau tiba-tiba mobil yang dipakai Kwon Yoo macet atau justru malah meledak sebelum kasusnya kelar (yang padahal kalau dinalar juga gak akan mungkin) :p


Overall 9,5 dari 10 lah buat film ini.. :D

Jadi yuklaahh ditonton... :D

Buat yang udah nonton, share yuk gimana kesannya abis nonton film ini... :D





PS : maafin yaaa kalau reviewnya ini kurang greget. Karena aku sebenernya gak terlalu bisa buat ngegambarin gimana seru dan tegangnya drama action. Hehee...
Jadi mending kalian nonton sendiri ajaaa dan buktiin betapa seru dan asiknya film ini... :D




Sumber Gambar :

Selasa, 18 April 2017

3 Langkah Kabur Terfavorit

Selasa, April 18, 2017 2 Comments
Haaiiii gaessss......
Akhirnyaaaa.... aku nulis lagi disinii.... *guling2*

Apa kabar kalian? Baik kaann...?? Aku harap selalu baik.. :D

Sadar gak sih kalau belakangan ini berita-berita gak cuma di TV, koran, portal media online, dan sosial media sekali pun dipenuhi sama berita-berita Pilkada DKI yang melebar kemana-mana. Udah gak cukup cuma tentang pemaparan visi-misi pasangan calon (paslon) doang, tapi udah merembet ke masalah (yang katanya) pelecehan agama, yang kemudian berbuntut ke main lapor-laporan ke polisi sampe ngelibatin ulama.

Gak cukup sampe situ, perdebatan ke ranah agama pun jadi rame.
Yang gak setuju dibilang kafir, yang netral alias gak ngebela siapa-siapa dibilang gak punya pendirian, dan yang diem aja dibilang gak kuat iman.

Pusing? Iya!
Mual? Pasti!
Badmood? Apalagi!
Bete? Jangan ditanya karena jawabannya pasti IYA!
Kesel? IYA BANGET!!
Jadi pengen ngebanting lamborghini-nya Junho tau gak siih kalau kayak gini??!! *laahhh kenapa Junho dibawa-bawa?* :p *ah sudahlah. hidup saya akhir-akhir ini memang sedang ter-Junho-nisasi*

Nah daripada aku memperpanjang penderitaanku sendiri dengan semakin kesel sendiri karena ngeliat perdebatan yang bikin pusing dan gak ada abisnya itu, maka aku sering banget untuk memutuskan kabur dari peradaban demi gak ngeliat kejadian itu semua.

Kabur dulu gaesss.....

Nah.... kalau gitu apa aja sih kegiatan yang biasanya aku lakuin untuk kabur dari berita-berita yang memuakkan itu?

1. Nonton.

Seringnya sih nonton atau film atau drama dengan modal minta, donlod, atau nonton streaming. Drama yang ditonton pun kebanyakan Drama Korea dengan aktor dan aktris yang cakep-cakep dan cerita yang seru. Kadang-kadang juga drama Jepang yang punya cerita bagus dan seru sama pemain-pemainnya yang aku suka.

Tapi meskipun aku suka nonton drama, tapi pelis jangan ajak aku nonton sinetron atau FTV! Karena sinetron teruatama kisahnya sama rumitnya kayak kasus penistaan agama. :p

Meskipun kadang kalau lagi nonton drama gitu suka kesel juga karena rumitnya plot cerita, tapi percayalah itu masih menghibur daripada perhatiin rumitnya plot cerita Pilkada dan kasus (yang katanya) penistaan agama itu.. :p


Selain nonton drama, aku sering bangeeeettttttt nontonin video di YouTube. Videonya terserah, bisa video apapun. Tapi seringnya sih nontonin MV/video klip atau live performance-nya bias (idola) kesayangan. *uhuk*. Seperti yang udah aku ceritain disini, kalau akhir-akhir ini tuh aku lagi seneng ngepoin semua videonya 2PM. Hehehee.... Tapi sesekali juga ngepoin yang lain-lain. :D

Selain ngepoin MV atau live performance-nya juga ngepoin video-video reality show yang bintang tamunya si bias kesayangan itu atau reality show yang emang dipandu sama mereka sendiri, kayak yang ini :
PS : ati-ati ngakak so hard pas nonton ini* :p



Beruntungnya selama kurang lebih 4 atau 5 tahun belakangan ini, di rumah gak ada TV dan baru ada TV lagi sekitaran sebulan yang lalu. Dan meskipun udah punya TV (lagi) aku lebih milih buat nonton berita-berita yang gak ngeselin. Atau lebih milih buat nonton drama Korea aja yang udah dimasukin di flashdisk trus diputer di TV. *karena kebetulan TV-nya bisa buat nyetel video yang udah dimasukin flashdisk. Dan ini enak banget karena lebih lega dan puas karena layar yang lebih gede dibanding layar laptop* :v

Tapi menghindari di TV gak berarti bisa menghindari dari internet lewat portal berita online dan sosial media? Aku gak bisa menghindar. Karena sebagai gadget addict aku gak bisa lepas dari yang namanya HP dan internet.

Maka untuk meminimalisir berita-berita ngeselin itu semua dari layar HP, biasanya aku memilih untuk gak membuka berita tentang tema-tema 'menyebalkan' itu, mengabaikan dengan gak mengikuti obrolan dengan tema itu, atau jika amat sangat menyebalkan aku bakal unfriend/unfollow temen yang tiap hari ngebahas tema itu mulu.

Sadis? Iya!
Jahat? Emang!
Ntar jadi ketinggalan berita? Biarin!

Asal hidupku bahagia.

Duh, kok jadi kebanyakan curhat dan ngomel. Padahal tadinya kan aku mau sharing kegiatan apa yang aku lakuin untuk 'kabur' dari kabar-kabar yang ngeselin itu kaann...?? -__-

Next!

2. Sosmed all the day.

Ini sebenarnya gak patut banget buat dicontoh.
Daripada cuma main-main sosmed sepanjang hari, mending ngapain gitu yakk yang agak berfaedah. Misalnya rajin post blog gitu... #eaaakk.

Tapi yaa mau gimana lagi yaakk yang namanya gerakin jempol sekrol-sekrol feed IG ngeliatin foto bias atau meme-meme dari foto-foto banyol bias dan temen-temen membernya itu menyenangkan sekali. Kalau mulai bosen di IG, pindah ke twitter (tanpa liat post tentang berita), Pinterest, FB, Path, trus balik ke IG lagi sambil sesekali ngecek chat di grup yang ada di WA atau Line. Gitu aja sampe Junho 2PM jadi suami ekeu. #eeehhh. *disambit pembaca*



Tapi asli loh yaaa liatin meme-meme lucu kayak gitu itu lebih menyenangkan dan menghibur ketimbang harus liatin postingan kampanye yang berbau SARA, atau postingan-postingan lain yang mengumbar kebencian, mengundang amarah, dan yang lain-lain.

Lebih berfaedah juga ketimbang liat atau nyebar berita hoax, atau share postingan yang isinya nyuruh kita buat ketik like dan amin biar masuk surga tapi sebulan kemudian akunnya udah dijual ganti jadi akun OL-shop.. #eehhh.

3. Tidur!

Dan ini adalah jurus pamungkas ketika semua kegiatan di atas sudah gak shanggup lagi untuk menghindarkanku dari kemuakan liat, dengar, dan nontonin berita-berita dengan tema yang ngeselin.



Cukup siapkan bantal dan guling (plus selimut kalau suka pake selimut. kalau aku sih enggak suka) kemudian rebahkan diri di atas kasur, cari posisi yang pewe tidur deehh... hehehehee....
Apalagi kalau suasanya mendukung misalnya pas mendung-mendung sendu dan agak-agak dingin gimana gittuu.... FIX cocok banget buat bobok-bobok tsantik. :D

Karena percayalah gaesss.... tidur itu mendamaikan dan menyenangkan....*kedip2* :D




Jadi yaaa itulah tiga kegiatan yang sering banget aku lakuin kalau aku lagi pengen kabur dari pemberitaan-pemberitaan yang ngeselin. Kadang-kadang juga jadi kegiatan pelarian kalau udah penat kerja juga *emang pernah penat??* #eaakk.

Sebenernya masih ada kegiatan lain seperti baca buku, dengerin musik, atau coret-coret mewarnai coloring book. Cuma intensitasnya gak sesering tiga kegiatan yang udah aku sebutin di atas itu.

Kalau cara kamu gimana nih?
Share yuukk... :)

Jumat, 09 Desember 2016

Cerita Ketemu Silvi Olivia

Jumat, Desember 09, 2016 18 Comments
Ada yang ingat dengan Silvi Olivia? Pelajar dari SMPN 1 Mojowarno, Jombang yang sempat viral diberitakan di media pada bulan Agustus lalu lantaran mengalami kecelakaan ditabrak truck yang mengharuskan dia kehilangan kaki kirinya untuk diamputasi? Ingat kan?

Kalau tidak ingat atau justru ketinggalan dengan berita tersebut, bisa baca beritanya dulu DISINI.

Udah dibaca beritanya?

Kalau abis baca berita itu trus kamu menyangka kalau Silvi kemudian jadi amat sangat terpuruk, mengasingkan diri karena tidak percaya diri dengan kondisi tubuhnya sekarang sampai gak mau masuk sekolah dan hanya mengurung diri karena malu, kamu salah besaaaarrrr.......

Silvi justru sangat aktif dan bersemangat menjalani hari-harinya. Ia sudah bersekolah seperti biasa. Ia sudah belajar dan juga bermain dengan ceria bersama teman-temannya.. :)

Aku bisa bilang begitu karena pada Selasa, 7 Desember 2016 kemarin aku berkesempatan untuk bertemu dengan Silvi di sekolahnya. Kebetulan, redaksi mengusulkan untuk membahas kembali keadaan serta bagaimana Silvi menjalani kegiatan sehari-harinya pasca kecelakaan dan operasi amputasi kaki yang dijalaninya lalu untuk majalah edisi Januari mendatang.

Harusnya sih aku membagikan cerita ini ketika majalah yang memuat berita tentang Silvi (yang kebetulan kutulis sendiri juga) sudah terbit nanti. Tapi aku sudah tidak sabar untuk membagikan pengalamanku bertemu dengan gadis 15 tahun ini. Tapi tenang aja, isi tulisan ini gak akan sama dengan isi berita yang di majalah nanti kok... :D

Gak perlu banyak penjelasan lagi, ini nih ceritaku ketika bertemu Silvi... :)

photo by : aditya eko (MSP)

Awal ketika aku mendapatkan masukan untuk meliput kondisi terkini Silvi pasca ia dioperasi, jujur aku berada diantara kondisi yakin gak yakin. Yakin karena aku memang pengen banget ketemu dengan Silvi sejak berita tentang dia ramai dibicarakan. Gak yakin karena aku takut kalau pas ketemu dia, aku gak bisa menahan sedih trus jadi mewek gak sanggup wawancara dia. Kan gak lucuuu..... -_-

Saat baca berita tentang Silvi pas Agustus lalu, aku tuh ngerasa sedih parah. Ya gimana gak sedih, anak sekecil itu udah harus menerima cobaan yang segitu berat! Silvi harus kehilangan kaki kirinya saat ia usai latihan paskibra untuk perayaan kemerdekaan RI. Parahnya Silvi harus kehilangan kaki itu gara-gara kecerobohan supir truck yang meleng karena asik main HP waktu lagi nyetir.. :'(

Tapi meski Silvi harus kehilangan kaki, dia tetap menghadapi takdir hidupnya dengan sangat tegar yang itu dibuktikan dengan ia tetap bersikukuh untuk menghadiri perayaan kemerdekaan RI di lapangan Mojowarno yang kemudian pada malam harinya mendapat undangan kehormatan dari Bupati Jombang untuk mengikuti makan malam dan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten di Pendopo Kabupaten Jombang padahal saat itu Silvi belum secara resmi diperbolehkan pulang/keluar dari rumah sakit tempatnya dirawat.

Silvi saat menghadiri perayaan kemerdekaan RI. (sumber : brilio.net)

Tapi sekarang pas akhirnya aku ketemu Silvi langsung, empat bulan setelah tragedi itu terjadi aku justru bukan dibuat sedih. Aku justru dibuat salut dengan ketegaran dan ketangguhannya yang luar biasa. Dengan kruk yang gak lepas dari tangannya, ia sangat lincah dan aktif melangkah kembali ke kelasnya usai mengikuti lomba cerdas cermat antar kelas yang diadakan sekolahnya, SMPN 1 Mojowarno. Bersama dengan sahabatnya Devi, Silvi bersenda gurau sepanjang perjalanan mereka menuju kelas mereka di IX-B.

Sampai di kelas, Silvi yang melihat teman-temannya sedang mengerjakan tugas langsung tanpa banyak kata membatu teman-temannya. Dia bener-bener gak kelihatan minder sama sekali. Temen-temennya juga gak sama sekali memperlakukan Silvi berbeda.

"Sempat ngerasa down itu pasti. Tapi setelah dipikir-pikir lagi kenapa saya harus down lama-lama? Dipikirkan atau bahkan disesali terus menerus pun tidak akan membuat kaki saya kembali. Maka dari itu saya tidak mau lama-lama bersedih, saya harus kembali aktif dan bersemangat. Lagipula banyak orang yang sangat mendukung saya."

Begitu yang dibilang Silvi ketika aku bertanya bagaimana perasaan dia ketika harus menghadapi kondisi dia yang sudah tidak sama seperti dulu lagi.

"Dipikirkan atau bahkan disesali terus menerus pun tidak akan membuat kaki saya kembali."

Satu kalimat dari Silvi ini benar-benar menohok perasaanku yang sekaligus juga membuatku benar-benar gak percaya sekaligus salut dengan anak kelas IX SMP ini. Dengan rentang usia yang 10 tahun lebih muda dari aku, tapi dia justru punya pemikiran dan pemahaman yang jauh lebih dewasa dibanding umurnya bahkan umurku. Dari sini aku benar-benar salut, benar-benar kagum dengan kedewasaan, ketegaran, dan ketangguhan dari seorang Silvi Olivia.

Dia bisa berdamai dengan kondisinya.

Disaat kadang beberapa orang dewasa justru banyak mengeluh tentang musibah atau kondisi yang sedikit kurang menguntungkan yang sedang mereka hadapi. Yang mungkin musibah atau kondisi yang sedikit kurang menguntungkan itu tidak lebih berat dari musibah yang harus dihadapi Silvi.


Silvi membatu temannya mengerjakan tugas.
photo by : aditya eko (MSP)

Dan seperti layaknya anak-anak SMP pada umumnya, Silvi juga menjalin persahabatan yang seru dengan sahabatnya. Bersama sahabatnya Devi, ia berbagi keluh kesahnya tentang berbagai hal. Bersama Devi ia melewati masa-masa sulit pasca kecelakaan dan operasi. Bersama Devi ia masih bisa bertingkah konyol layaknya anak-anak SMP pada umumnya.

Meskipun mereka berbeda keyakinan.

Silvi yang seorang muslim dan Devi yang seorang non-muslim tak mempermasalahkan perbedaan yang ada diantara mereka. Bagi mereka asal mereka nyaman dan saling mendukung satu sama lain, persahabatan mereka akan terus berjalan. Bagi mereka, perbedaan fundamental yang akhir-akhir ini kerap membuat banyak orang tercerai berai bukanlah suatu penghalang dalam hubungan persahabatan mereka. Bagi mereka asal mereka saling bertoleransi dengan saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing, perbedaan itu tidak ada artinya.

photo by : aditya eko (MSP)
photo by : aditya eko (MSP)



Perjumpaan satu jam itu bener-bener gak kerasa sama sekali. Sebenarnya ketika ditelaah lagi, aku masih penasaran dengan banyak hal. Tapi yaa gak tau kenapa saat berhadapan langsung dan ngobrol langsung dengan Silvi, aku ngeblank padahal Silvi ini anaknya enak banget diajak ngobrol. Segala macam pertanyaan dia jawab. Dia bukan tipe anak yang pendiam atau bahkan anak yang pemalu. Dia anak yang asik, mudah bergaul, dan mudah akrab dengan orang baru sekali pun.

Alasannya mungkin karena ini adalah pertemuan pertamaku dengan dia, jadinya aku masih harus menyesuaikan kondisinya dulu. Ditambah ini adalah pertemuan dalam rangka tugas. Mungkin kalau nanti aku diberi kesempatan ketemu Silvi lagi bukan dalam rangka tugas, aku bisa kepo-kepoin dia. Hehehe... Trus.... perbedaan umur. Yaa gak bisa dipungkiri lah yaaa kalau perbedaan umur itu mempengaruhi cara ngobrol juga. Hahahahaa.....

But overall, I must give standing ovacation to Silvi.
Di pertemuan singkat kita ini, dia bisa ngasih banyaaaaaaakkkkkkkk banget inspirasi buat aku.
Bahwa kita gak seharusnya terlalu larut bahkan menyesali musibah yang kita terima terlalu dalam.
Sedih boleh, sedih wajar.
Tapi jangan berlebihan.

Kelapangan, ketegaran, dan ketangguhan hati serta semangatmu yang begitu besar semoga selalu bisa menginspirasi banyak orang.

Terima kasih Silvi... :)


*tolong abaikan pose saya yang terlalu alay* :p



PS :
Jangan lupa untuk baca juga tulisanku tentang Silvi di Majalah Suara Pendidikan, edisi 53 Januari 2017 mendatang juga yaa... :D :D

UPDATE :
Tulisanku tentang Silvi Olivia yang masuk di Majalah Suara Pendidikan Edisi 53 Januari 2017, bisa juga dibaca lewat web resmi Majalah Suara Pendidikan. Atau bisa klik langsung DISINI!

Selamat membaca!! :)

Minggu, 04 Desember 2016

Tersesat di Dunia 2PM #part1 - Introduction

Minggu, Desember 04, 2016 0 Comments
Dunia hiburan bisa jadi salah satu pelarian setelah lelah berkutat dengan pekerjaan (bagi yang udah kerja) atau sekolah (bagi yang masih sekolah). Dengerin lagu, nonton film, atau nonton drama adalah pilihan-pilihan yang bisa dilakuin buat ngelepas penat. Dan gak jarang setelah dengerin lagu, nonton film atau drama kita jadi suka atau bahkan kepincut  dengan penyanyi atau pemain film atau pemain dramanya. Ringkasnya kita jadi ngefans gitu lah sama mereka itu.

Tapi kalau aku ditanyain siapa penyanyi, pemain film atau pemain drama favorit, eumm..... aku gak bisa nunjuk satu yang spesifik. Karena aku nih tipikal orang yang kalau suka sama sesuatu tuh tergantung sama situasi, musim, dan era. Termasuk kalau suka sama penyanyi, pemain film/drama. Bisa jadi sekarang lagi ngefans banget sama si penyanyi A, besok sama artis B, lusa sama grup C, bulan depan balik suka lagi sama penyanyi A gitu bisa bangeet. Tapi kalau dibilang aku ini fans musiman... bisa iya bisa enggak. Tapi to be honest aku agak-agak gak suka dan gak terima kalau dibilang fans musiman. Kesannya negatif banget gitu kalau dibilang fans musiman. :(

Nah, untuk sekarang ini aku lagi suka banget sama yang namanya 2PM. Boyband asal Korea beranggotakan Jun.K, Nichkhun, Taecyeon, Wooyoung, Junho, dan Chansung ini sukses menyedot perhatianku selama beberapa waktu belakangan ini.

Siapa yang bisa menolak pesonanya babang-babang ini..??
Atas kiri ke kanan : Junho, Nichkhun, Wooyoung || Bawah kiri ke kanan : Taecyeon, Jun.K, Chansung

Awal mula (kembali) terjangkiti virus 2PM ini gara-gara dramanya si abang Taecyeon sama si dedek Kim So Hyun yang berjudul Let's Fight Ghost (baca review tentang drama Let's Fight Ghost DISINI). Dan kalau kalian menyimak ceritaku di postingan yang membahas tentang lagu-lagu yang ada di playlist music playerku DISINI, maka kalian akan menemukan sedikit cerita kenapa aku bisa sampe kecemplung di dunia 2PM sekarang ini. Heheee...

Tapi mungkin gak banyak yang nyimak dan ribet kalau harus ngintipin di postingan yang lain, aku bakal ceritain lagi disini.....

Jadi seperti yang udah aku singgung, awal mula kecemplung dunia 2PM itu gara-gara dramanya Taecyeon. Kemudian setelah dramanya Taecyeon kelar, 2PM ngeluarin album berjudul Gentlement's Game dengan lagu andalannya "Promise (I'll Be). Sebenernya lagu ini pun awalnya gak terlalu menarik perhatianku, tapi setelah lama didengerin asik juga. Ditambah sama MV-nya yang hawt jadi makin kelepek-kelepek. *uwuwuwwuuu*



Dari sinilah semuanya bermula gaeesss.....

Setelah cuma satu lagu ini yang nyantol, sekarang beberapa lagu 2PM yang lain jadi ikutan nyantol juga. Dan siaulnya aku kalau udah kecantol sama satu hal semuanya jadi ikutan nyantol. Jadi akhirnya gak cuma lagu plus MV-nya yang dicari-cari dan diliat, tapi juga video-video 2PM yang lain. Saking addictnya nontonin semua video-video yang berhubungan sama 2PM di YouTube, history YouTubeku sekarang isinya tentang 2PM semua! Yang sering sih video MV, trus video performance mereka pas konser atau pas ngisi di acara musik di TV, trus video interviewnya mereka, video variety-variety show dan yang lainnya (yang tentunya udah harus ada subtitlenya!). Hahahaa...

Intinya sekarang tuh di Youtube-ku isinya all about 2PM. Ada sih nyempil video-video yang lain tapi gak banyak....

Homepage aja isinya ginii.... *abaikan subscription di sebelah kiri* :p
Lhaa isi history-nya begini...

Sebenernya aku kenal 2PM juga gak baru-baru ini. Aku udah tau mereka dari lama. Udah sejak 2010 apa 2011 yaa... Sejak drama Dream High yang dibintangi sama Taecyeon dan Wooyoung. Di drama itu Taecyeon sama Wooyoun bener-bener keren. Di drama yang bergenre drama musikal itu kualitas mereka sebagai idol bener-bener keliatan. Kualitas vokal dan dance mereka bener-bener diliatin. Bahkan mereka juga bareng-bareng ngisi OST-nya. Taecyeon juga secara individu ngisi OST-nya *meski sebenernya duet sih sama Nichkhun. Tapi di dramanya ceritanya dinyanyiin sendiri sama Taec*. :v

Di masa-masa itu pun aku juga sempet tervirus dua lagu 2PM yang lain. Yaitu I'll be Back sama Hand's Up. Dua lagu upbeat ini bahkan stuck di Music Playerku lumayan lama. Dan sekarang kembali lagi stuck sama dua lagu itu plus beberapa lagu 2PM yang lain. Hhahaa.... Yang bikin dua lagu itu enak banget tuh karena beatnya yang seru. Apalagi yang Hand's Up. Amat sangat seru dibuat jingkrang-jingkrang dan ajeb-ajeb. Kalau lagi ngantuk atau lagi bete, dengerin lagu ini sambil joged-joged geje. Atau liat MV-nya trus niruin gerakan dance-nya mereka dijamin bakalan seger lagi. Hahahaa...



Dan setelah kupikir-pikir sekarang, aku tervirus 2PM gara-gara Dream High ternyata cuma dua lagu itu. Sisanya enggak belom. Kemudian setelah itu, aku sempet lost gak ngikutin 2PM. Ya nggak lost-lost banget sih karena kadang aku masih baca berita tentang mereka atau liat update-an dari salah satu temenku yang emang Hottets (sebutan fans-nya 2PM). Sempet juga ngikutin We Got Married (WGM) Global yang masangin Taecyeon sama Emma Wu/GuiGui artis Taiwan.

Trus baru sekarang ini deh bener-bener teraddict sama 2PM. Segala videonya dari yang paling baru sampe yang lama-lama diliatin semua....

Dan btw, setelah kupertimbangin..... kalau cerita ini aku terusin bakalan panjang banget.
Jadi kayaknya aku potong aja deh jadi beberapa bagian.

Di bagian pertama ini aku menyebutnya sebagai introduction sekaligus sedikit latar belakang kenapa aku bisa sampe kecemplung di dunianya 2PM.

Di bagian selanjutnya, mungkin aku akan ceritain alasan kenapa aku bisa suka sama 2PM.

Trus, aku akan ngasih beberapa lagu 2PM yang aku suka beserta alasan kenapa aku suka lagu itu.

Dan yang terakhir aku akan ngasih tau siapa member favoritku diantara keenam member 2PM ini. Hahahaa....

Gimanaaaa...?? Boleh kan yaaa..??

Jadi sampai ketemu minggu depan yaaa....





*melipir jauuhh sebelum dikeplak pembaca*

Rabu, 30 November 2016

[REVIEW] PRIDE (Japanese Drama) : Tentang Sebuah 'Kebanggan'

Rabu, November 30, 2016 0 Comments
Setelah baca kabar kalau Om Takuya Kimura bakal main drama lagi di tahun 2017 mendatang dan ditambah bakal main bareng lagi sama Yuko Takeuchi setelah 13 tahun gak pernah main bareng lagi, mendadak aku pengen flashback nonton drama mereka berdua dan nulisin reviewnya disini. Hehee..

Jadi yuk disimak... :)


Judul : Pride
Genre : Sport, Drama, Romance
Director : Hideki Hirai, Kensaku Sawada, Isamu Nakae
Penulis Naskah : Shinji Nojima
Jenis : Drama Seri
Jumlah Episode : 11 episode
Periode Tayang : 12 Januari 2004 - 22 Maret 2004
Ditayangkan di : Fuji TV
Negara : Jepang
Bahasa : Jepang

Pemain :
Takuya Kimura sebagai Halu Satonaka
Yuko Takeuchi sebagai Aki Murase
Koichi Sato sebagai Yuichiro Hyodo
Kenji Sakaguchi sebagai Yamato Hotta
dan lain-lain.


PLOT

Drama ini menceritakan tentang Halu Satonaka kapten klub Ice Hokey Blue Scorpion. Baginya Ice Hokey adalah segalanya, Ice Hokey adalah hidupnya, gak ada yang lebih penting dan serius dibanding Ice Hokey bahkan perempuan sekali pun. Bagi Halu, memiliki hubungan dengan seorang perempuan hanyalah sebuah permainan yang bisa sewaktu-waktu berakhir.

Suatu ketika Halu harus dihadapkan pada kenyataan dimana ia harus kehilangan pelatih sekaligus orang yang sangat dihormati dan berjasa dalam hidupnya. Dalam masa-masa kehilangan itu, Halu bertemu dengan Aki seorang perempuan yang sedang menunggu kekasihnya kembali dari luar negeri.

Keberadaan Coach Anzai kemudian digantikan oleh Coach Hyodo yang metode kepelatihannya sangat berbeda dengan Coach Anzai. Bagi Halu, keberadaan Coach Anzai dan juga metode berlatihnya tidak boleh digantikan oleh siapapun. Dengan arogan, Halu menolak keberadaan Coach Hyodo.

Setelah pemakaman Coach Anzai, Halu yang seperti kehilangan semangat hidup mendadak muncul di depan rumah Aki dengan kondisi basah kuyup dan demam. Meskipun dengan sedikit terpaksa, Aki mempersilahkan Halu untuk masuk ke rumahnya dan merawat Halu. Keeskokan harinya, di jembatan tempat Aki biasa menunggu kedatangan kekasihnya, Halu menawarkan sebuah kesepakatan : ia dan Aki menjalani hubungan 'berpacaran sementara' sampai kekasih Aki datang. Hubungan 'berpacaran sementara' yang ditawarkan Halu ini tidak boleh melibatkan perasaan bisa sewaktu-waktu bisa berakhir, seperti sebuah permainan atau game.

Entah darimana kesepakatan 'berpacaran sementara' itu muncul di benak Halu. Tapi kesepakatan itu membawa Halu kembali pada Hockey, dan menghadapi Coach Hyodo.

Nah, bagaimana kelanjutan kisah mereka berdua?
Makanya nonton deeh.... :D



"If you want to be an iceman, you shouldn't seriously fall in love with any woman"

KESAN 

Selama dan abis nonton drama ini tuh rasanya pengen guling-guling banget. Gak tau kenapa. Mungkin karena kebawa sama alur ceritanya yang seru.

Di drama ini tuh kita diajak banget untuk ngeliat gimana perjuangan seorang atlet Hockey. Terutama pada sosok Halu yang komitmen banget sama apa yang dijalaninya. Gak peduli apa yang akan terjadi.
Meskipun Hockey gak seterkenal baseball atau sepakbola *di Jepang*.

Selama nonton juga kita sering diajak buat ngeliat dan ngerasain tensi tinggi permainan Hockey yang kalau kata Aki "penuh darah dan kesakitan". Kita dibuat tegang dengan sruduk-srudukan dan ndelosor-ndelosornya para pemain Hockey saat mereka bertanding. Meskipun sebenernya Hockey tuh menurutku bukan olahraga yang harus melibatkan kekerasan fisik, tapi ternyata ya melibatkan kekerasan fisik juga gitu deeehhh. Maka gak heran Aki nyebutnya "penuh darah dan kesakitan".

Ditambah dengan backsound dan OST dari lagunya Queen yang judulnya I was Born to You itu jadi makin emosional dan greget banget waktu ngikutin dramanya. Bikin deg-degan gimana gituuu.... merinding-merinding disko gitu deh.... hahahaa.....

Tim Blue Scorpion

Tapi nonton drama ini gak melulu disuguhi tegangnya permainan Hockey aja. Kita juga diajak buat melting dan gemes sama kisah cintanya Halu sama Aki. Sebenernya dari awal, aku udah bisa nebak kalau di akhir cerita drama ini nanti si dua pemeran utama itu bakal saling suka dan jadian, tapi proses ke akhirnya gimana Halu dan Aki bisa jadian itu yang bikin penasaran. Apalagi nanti Aki juga harus menghadapi lagi (mantan) pacarnya yang ditunggu-tunggu dan gak pernah muncul tapi tiba-tiba muncul lagi.

Di drama ini juga kita dikasih liat tentang bagaimana penting dan eratnya persahabatan antara Halu dan teman-teman se-klubnya, juga persahabatan antara Halu dan Yamato Hotta. Yamato ini juga yang nantinya akan jadi salah satu orang yang berperan penting dalam menjembatani hubungan antara Halu dan Aki.

Selain bersama Yamato, Halu yang berwatak keras diam-diam membantu juniornya yang bernama Makoto untuk bisa menjadi pemain Hockey yang baik. Makoto yang memiliki kebiasaan suka minum alkohol dan merokok, 'dihancurkan' habis-habisan oleh Halu ketika Makoto mendapat surat peringatan oleh pengurus klub. Asli waktu liat episode yang ini, aku sebel abis sama Halu. Kupikir Halu bakal ngebela Makoto di depan asisten pelatih dan juga pelatih Hyodo yang mengeluarkan surat peringatan karena Halu benci sama pelatih Hyodo, taunya Halu malah ngabisin Makoto. -_-

Asli lah, nonton drama ini tuh nano-nano. Kalian harus buktiin sendiri!!

Aki dan Halu di awal kesepakatan mereka.

Selain emang plot cerita yang seru banget, drama ini juga didukung sama pemain-pemain dengan acting yang superb! Terutama si pemeran utamanya yaitu Takuya Kimura.

Takuya Kimura gak pernah gagal buat meranin suatu peran. Dia selalu totalitas dan keren abiss saat memerankan suatu peran. Begitu pun di "Pride" ini, Takuya Kimura sukses banget memerankan tokoh Halu yang cool, keren, misterius, idolable *apasiiihh* dan sedikit ambisius tapi ternyata rapuh dan kesepian di dalam diri dan perasaanya. Bikin pengen karungin trus bawa pulang.. #eh.

Acting Takuya Kimura pas main hockey juga unchhh keren banget. Berkesan kayak dia emang udah jadi pemain hockey profesional. Gak salah, pasca drama ini dan beberapa drama lainnya dia ada orang-orang yang terinspirasi dan berhasil sukses dalam bidang karir seperti yang diperankan oleh Takuya Kimura.

[Baca juga : Inspiring Takuya Kimura]

Dan salah satu line atau dialog yang paling khas adalah "Maybe" dan "Must be" yang diucapin Halu.

Dan satu scene yang paling terkenal dan memorable adalah scene memegang dada kanan sambil menundukkan kepala yang sering banget dilakuin Halu yang akhirnya diikutin sama semua teman se-klubnya dan juga semua penonton. (posenya mirip kalau kita lagi mengheningkan cipta atau lagi hormat bendera gitu).

Most memorable scene!

Buat drama ini, aku ngasih 8 poin dari 10 poin laah....

Yuk nonton yuk. 11 episode gak bakal kerasa dan gak bakal bosen kok diliatnya... :D

Dan meskipun drama ini tuh udah terhitung drama lama bangeeettt. Tapi masih cucok dan asik buat ditonton kok. Meski yaa kesan agak-agak jadul gimana gitu kerasa, kayak jadulnya mobil dan HP yang dipake sama Halu, tapi kalau secara cerita drama ini dijamin gak akan mengecewakan. :D