Senin, 09 September 2013

Selamat Ulang Tahun LILIYANA NATSIR

Senin, September 09, 2013 3 Comments
Jika saya ditanya siapa inspitration life, everlasting idol, dan sosok seorang Kartini di masa sekarang saya akan dengan sangat yakin dan tanpa pikir panjang akan menyebut nama 'LILIYANA NATSIR' setelah nama/sosok ibu kandung saya.

Perempuan tomboy, atlet bulultangkis spesialis ganda ini sudah dengan sangat sukses merebut perhatian saya. Berhasil menempatkan dirinya menjadi sosok yang paling inspirasional dan dapat dijadikan panutan. Segala semangat, niat, dan kerja kerasnya dalam menjalani pilihannya untuk menggeluti dunia olahraga menjadi sebuah contoh nyata tentang bagaimana kita harus bertindak untuk dapat mewujudkan keinginan dan pilihan kita.

Memutuskan hijrah ke ibukota dan menggeluti bulutangkis di usia 12 tahun. Meraih gelar internasional pertamanya di usia 17 tahun di ajang Asia Yunior bersama Markis Kido.

5 tahun kemudian, di usia 20 tahun meraih emas di Kejuaraan Dunia Bulutangkis (World Badminton Championship) yang diulanginya dua tahun kemaudian di tahun 2007 bersama Nova Widianto. Setahun kemudian setelah pencapaian Juara Dunia pertamanya, masih dengan Nova Widianto ia berhasil meraih perak di Olimpiade Beijing 2008.

Kini, bersama partner barunya, Tontowi Ahmad, ia berhasil menjadi juara All England 2x berturut-turut (All England 2012 dan 2013) serta kembali mengulang suksesnya di 2005 dan 2007 dengan kembali menjadi Juara Dunia di Kejuaraan Dunia 2013 ini.

Dan tepat hari ini, 9 September 2013, sosok paling inspirasional ini memperingati hari lahirnya yang ke-28.

Happy birthday for my inspiration life, my everlasting idol, our best badminton player..
LILIYANA NATSIR...

Semoga:
- Selalu diberikan kesehatan.
- Dilancarkan rezeki, karir dan usahanya.
- Menjadi anak yang dibanggakan keluarga *pastinya*
 
With her lovely parents. Olimpiade London 2012.
Liliyana dan sang mama (yg kanan baju hitam)
Axiata Cup. Surabaya. Maret 2013

Bersama sang Kakak, Kalista.
- Makin keren dan makin kece.

Salah satu bentuk ke-kece-annya. *subhanallah* #mimisan

- Makin kompak sama Bang Owi biar bisa nambah gelar juaranya.

Axiata Cup 2013. Surabaya. Maret 2013
QF All England. Maret 2013



- Tetap baik, ramah, dan sayang pada semua BHS dan BL.. :D *untuk edisi ini narsis dikit boleh kan yaa* #plak

With Liliyana (1)
Axiata Cup. Surabaya. Maret 2013
With Liliyana (again)
Axiata Cup. Surabaya. Maret 2013


And the last, bisa terus berprestasi, gak gampang puas dan gampang menyerah sehingga bisa tetap terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Nambah jumlah gelar GPG, SS, dan SSP-nya. Jadi juara All England (lagi), Juara Dunia (lagi dan lagi), dan bisa raih emas Olimpiade.. *amin*

Juara All England 2013
Juara Dunia 2013.. :*

Once again......
SELAMAT ULANG TAHUN LILIYANA NATSIR..... :D :*

Sabtu, 07 September 2013

Happy 26th Birthday Mohammad Ahsan

Sabtu, September 07, 2013 0 Comments
Saturday, 7th September 2013 I should said out loud....

"Happy 26th Birthday Mohammad Ahsan..."
The man who had a World Badminton Championship's title.. :D

Our birthday man.. M. Ahsan *gambar dari Bang Ega*

Semoga dengan pertambahan terbilangnya umur, menjadikan semuanya berkah.
Selalu diberikan kesehatan dan juga diberikan kelancaran bagi semuanya baik pada rezekinya, karirnya, serta kehidupan rumah tangganya bersama istri, Christine Novitania *long last and keep romantic yah... <3*
Semoga bisa menjadi ayah yang bisa menjadi panutan bagi anaknya.. :D

Ahsan and Itine's Wedding.. *ihhiy* (source: twitter Kak Itine)
Ahsan with his super woman. His wife and his mom.. (source: twitter PB Djarum)

Menjadi atlet yang tetap ramah dan baik kepada semua fans-nya.. :D *senang dan bangga bisa dan pernah ketemu dan minta foto bareng sama Kak Ahsan*

With Kak Ahsan and Ko Fran
(Kejurnas PBSI 2012. Solo. Desember 2012)
With Ahsan.. :D
(Axiata Cup leg 2. Surabaya. Maret 2013)
With Kak Itine... (istri Ahsan)
(Axiata Cup leg 2. Surabaya. Maret 2013)

Dan yang terpenting, semoga menjadi atlet yang tak gampang puas dan gampang menyerah sehingga bisa tetap terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.... :)

Sekali lagi.....
SELAMAT ULANG TAHUN MOHAMMAD AHSAN..... :D



PS: Perjalanan karir M.Ahsan bisa dibaca di postingan sebelumnya.
Atau bisa klik disini

Jumat, 06 September 2013

[REVIEW-OPINI] Ahsan/Hendra, dari Kuda Hitam menjadi Harimau Pemangsa

Jumat, September 06, 2013 2 Comments
Apa sih yang terpikirkan di benak Sobat Blogger semua saat mendengar nama Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan disebut?

Here They are.. Ahsan/Hendra. Axiata Cup 2013 (Dok.Pribadi)

Bagi Sobat Blogger umum yang awam dan tidak terlalu mengikuti perkembangan dunia bulutangkis Indonesia mungkin mendengar dua nama itu disebut menjadi sesuatu yang sangat asing. Siapa mereka dan apa hebatnya mereka?
Namun, saya yakin, se-awam-awamnya Sobat Blogger mungkin ada beberapa yang cukup familiar dengan dua nama itu. Setidaknya dengan Hendra Setiawan. Pada era 2007-2008 namanya cukup dikenal. Bersama Markis Kido menyita perhatian masyarakat dengan prestasinya yang paling menonjol yakni menjuarai World Badminton Championship (Kejuaraan Dunia Bulutangkis) pada 2007 dan meraih medali emas Olimpiade di Beijing, China pada tahun 2008.

Dan kini, bersama Ahsan, Hendra kembali mencatatkan namanya menjadi juara di World Badminton Championship 2013 yang kali ini diadakan di Guangzhou, China. Tak ayal kemenangan ini membuat nama Hendra dan juga Ahsan (serta Tontowi dan Liliyana) menjadi perbincangan masyarakat. Karena pasca kemenangan mereka, hampir semua semua media, memberitakan tentang kemenangan mereka. *tulisan iseng tentang efek kemenangan Ahsan/Hendra di WBC bisa dibaca disini dan disini*

Berbeda dengan Sobat Blogger yang kebetulan juga seorang BL (Badminton Lovers) tentunya sangat gak asing dengan nama Ahsan dan Hendra. Sekali menyebut nama Ahsan atau Hendra secara terpisah atau mendengar nama mereka dalam satu kesatuan, pasti banyak jawaban yang keluar dari para Sobat BL.

Namun kali ini yang pengen aku bahas bukan seberapa terkenalnya pasangan ganda putra yang sekarang menduduki rangking 2 dunia BWF ini dimana mereka bisa selalu sukses bikin wece-wece kejang-kejang lihat gantengnya dan kecenya mereka baik di luar lapangan atau di dalam lapangan #plak *disambit Ci Sansan (istri Ko Hendra) sama Kak Itine (istri Bang Ahsan)* dimata Sobat Blogger semua, tapi lebih kepada perjalanan berliku mereka selama menjadi ganda putra Indonesia.

Ahsan/Hendra mulai berpasangan resmi sejak bulan Oktober 2012. Turnamen Yonex Denmark Open 2012 menjadi turnamen internasional pertama yang mereka ikuti secara resmi setelah 'sah' berpasangan sebagai ganda putra.

Sebelum berpasangan dengan Hendra, Ahsan berpasangan dengan Bona Septano, adik kedua dari Markis Kido yang sebelumnya berpasangan dengan Hendra.
Duet Ahsan/Bona pecah pasca kegagalan mereka menjawab harapan masyarakat Indonesia akan terjaganya medali emas Olimpiade yang pada gelaran terakhir Olimpiade di Beijing tahun 2008 disumbangkan dari cabor bulutangkis nomor ganda putra atas pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan. Kido/Hendra sendiri tidak bisa mengikuti Olimpiade London 2012 karena ranking yang mereka duduki saat penetapan peserta Olimpiade tidak mencukupi. Kala itu Kido/Hendra berada di ranking 9 atau 10 dunia *koreksi jika saya salah* padahal untuk bisa turut ke Olimpiade minimal mereka harus berada di ranking 8 dunia (ini juga syarat agar 1 team bisa mengirin 2 wakil di nomor yang sama).

Pasangan Ahsan/Bona saat itu dibilang cukup mumpuni dan dinilai berprospek bagus kala Kido/Hendra mulai turun pamornya. Ahsan/Bona seringkali diharapkan menjadi penyelamat sektor ganda putra. Sayang, kendati mampu menduduki peringkat 5 dunia, pasangan ini belum pernah sama sekali keluar sebagai juara di turnamen level Superseries atau Superseries Premiere.

Prestasi tertinggi yang didapatkan Ahsan bersama Bona adalah Medali Emas SEA Games 2011. Saat itu Ahsan/Bona keluar sebagai juara setelah mengalahkan kakak sekaligus seniornya Kido/Hendra dalam pertarungan dua set dengan skor akhir 25-23 21-10.

Bona/Ahsan. Gold Medals SEA Games 2011 (Gambar dari sini)
Winners and Runner Up (Gambar dari sini)

Berbeda dengan Hendra, sebagai pemain yang sudah lebih dulu berlalu lalang di dunia tepokan bulu, prestasi Hendra yang saat itu masih berpasangan dengan Markis Kido tak perlu dipertanyakan lagi. Juara WBC 2007 dan Medali Emas Olimpade Beijing 2008 adalah dua titel paling bergengsi yang mereka dapat dari berpuluh-puluh juara yang pernah mereka dapat. Per-tanggal 27 September 2007 setelah berhasil keluar sebagai juara WBC 2007 Kido/Hendra menempati peringkat 1 dunia.


Hendra/Kido. Olimpiade 2008

Pasangan ganda putra paling cetar membahana yang sampe sekarang gak bisa bikin move on para BL ini harus terpaksa pisah saat Hendra dipanggil kembali oleh Pelatnas. Sebelumnya pada sekitar tahun 2009, bersama Kido Hendra kompak keluar dari Pelatnas dan menjalani karir secara profesional. Mereka latihan, mencari sponsor, dan mengikuti turnamen-turnamen internasional berdasarkan kemampuan mereka sendiri tidak terikat pada PBSI. Namun pasca Olimpiade 2012, Hendra (tanpa Kido) diberi tawaran oleh Pelatnas untuk kembali ke markas Cipayung dan Hendra pun menerima tawaran tersebut sehingga secara dengan terpaksa duet maut yang sudah berjalan selama hampir 13 tahun itu pun pecah (as your info, Kido/Hendra sudah mulai berpasangan sejak tahun 1999 di usia 15 tahun, yang saat itu mereka masih di klub Jaya Raya Jakarta. Saat masuk ke Pelatnas mereka pun bersama-sama)

Kembali pada kisah dipasangkannya Ahsan dan Hendra.
Kendati keduanya resmi dipasangankan pada Oktober 2012. Pasangan ini sejatinya bukan benar-benar pasangan baru. Keduanya sudah pernah berpasangan saat Sudirman Cup 2009. Namun secara pribadi, saya melihat keduanya ini berpasangan pada saat turnamen Axiata Cup, Maret 2012.

Ahsan/Hendra. Axiata Cup 2012

Saat baru awal-awal dipasangkan, prospek pasangan ini memang belum bisa langsung menunjukkan performa yang memuaskan. Mereka selalu terhenti di babak-babak awal membuat pasangan ini tidak terlalu diperhitungkan. Sukses menembus babak semifinal  sebelum dikalahkan oleh pasangan Korea Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong di turnamen pertama mereka Yonex Denmark Open, Ahsan Hendra hanya bisa mampu menembus babak kedua hingga perempat final, bahkan sempat terseok di babak pertama di turnamen yang mereka ikuti selanjutnya. Di Perancis Open keduanya terhenti di babak kedua dikalahkan oleh ganda Malaysia Thien How Hoon/Wee Kiong Tan dengan skor 16-21 17-21, Hongkong Open kalah di perempat final atas Ganda China Cai Yun/Fu Haifeng 17-21 15-21, dan Korea Open mereka terseok di babak pertama setelah dikandaskan oleh ganda Korea Kim Ki Jung/Kim Sa Rang dengan skor 19-21 19-21.

Faktor usia keduanya yang memang bukan terhitung usia muda lagi bagi seoarang pemain sempat disinyalir menjadi faktor tak kunjung IN-nya pasangan ini. Hendra, pria kelahiraan Pemalang, 25 September ini pada tahun 2012 berusia 28 tahun (kelahiran tahun 1984, membuat Hendra menjadi pemain aktif paling senior di Pelatnas) sedangkan Ahsan, pria kelahiran Palembang, 7 September ini pada tahun 2012 berusia 25 tahun (kelahiran tahun 1987).

Faktor-faktor inilah yang sempat membuat beberapa orang meng-underestimate-kan pasangan baru ini salah satunya adalah Tan Kim Her pelatih ganda putra Malaysia. Tan Kim Her (diambil dari blog duaribuan) menyatakan bahwa duet Hendra dan Ahsan ini tidak akan panjang, karena performa Hendra yang sudah menurun.

"Mantan Juara Dunia dan Juara Olimpiade Indonesia, Hendra dipasangkan dengan Ahsan tapi saya tidak menilai pasangan ini akan jauh, Usia akan menjadi halangan Hendra yang terlihat sudah menurun (performanya)."

Masih menurut Tan Kim Her, pasangan baru yang kemungkinan akan menggebrak adalah pasangan Korea Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae dan ganda China, Chai Biao-Zhang Nan.

“Untuk saat ini, saya melihat duo Korea Selatan hasil kombinasi baru (Ko-Lee) dan ganda China Zhang Nan-Chai Biao sebagai orang-orang dengan potensi besar untuk berkembang menjadi pasangan yang kuat,” ujar Tan.

Chai Biao-Zhang Nan telah membuktikan prospek yang bagus ketika berhasil menjuarai turnamen China Master beberapa bulan lalu, sedangkan duet Ko-Lee sudah sempat dijalankan pada tahun lalu dan sempat membuahkan gelar di Amerika Serikat. Duet kombinasi ini dijalankan sebagai strategi pengganti Chung Jae Sung yang memutuskan pensiun pasca Olimpiade.

“Saya pikir, Yong Dae-Sung Hyun mungkin akan menjadi pasangan yang tangguh, tetapi tidak akan cepat. Mereka mungkin butuh beberapa waktu untuk beradaptasi,” tambahnya.

Namun penilaian negatif dari pihak-pihak yang memandang sebelah mata kemampuan mereka tak membuat Ahsan/Hendra menjadi ciut. Mereka justru semakin ingin membuktikan bahwa anggapan-anggapan miring yang berkembang di luaran sana itu adalah salah. Mereka masih belum habis, mereka masih layak untuk diperhitungkan, dan bisa menjadi ganda yang disegani atau bahkan ditakuti.

Dan benar saja, tahun 2013 setelah terpuruknya mereka di Korea Open 2013, keduanya membuktikan kualitas mereka. Turnamen Maybank Malaysia Open Superseries menjadi saksi kebangkitan Ahsan/Hendra. Mereka berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan pasangan ganda berperingkat 1 dunia asal Korea, Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun dua set langsung dengan skor 21-15 21-13. Ahsan/Hendra juga menasbihkan diri mereka sebagai juara yang selama bertanding tidak pernah kehilangan satu set pun, semua pertandingan yang mereka lakoni dari R1 hingga final dapat mereka menangkan dengan straight set.

Champion and Runner Up Malaysia Open.
Ahsan/Hendra. Malaysia Open. Januari 2013
Video final Malaysia Open. Ahsan/Hendra vs LYD/KSH

Kegemilangan duet Ahsan/Hendra terus berlanjut di gelaran turnamen yang mereka ikuti selanjutnya. Yonex All England Open Badminton Championship menjadi turnamen yang mereka ikuti. Sayang, di turnamen badminton tertua ini mereka hanya mampu sampai di babak semifinal. Di semifinal mereka kalah oleh ganda putra China Liu Xiaolong/Qiu Zihan dalam 3 set dengan skor akhir 12-21 21-13 17-21.

Sebagai seorang pemain, tentunya bayang-bayang akan cedera selalu hinggap. Dan pasca All England dan gelaran Axiata Cup pada media Maret-April , Ahsan sempat dikabarkan terkena cedera pinggang. Ini yang menyebabkan Ahsan terpaksa absen turun memperkuat tim Indonesia pada Sudirman Cup bulan Mei lalu.

Kendati sempat dirundung bencana cidera, Ahsan tak patah semangat, bersama Hendra mereka kembali menunjukkan kualitasnya sebagai ganda yang patut diperhitungkan. Di ajang Indonesia Open Superseries Premiere bulan Juni 2013 mereka, Ahsan/Hendra berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan (lagi) pasangan nomor 1 dunia Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun dua set langsung 21-14 21-18. Kemenangan Ahsan/Hendra ini juga sekaligus sebagai penyelamat muka Indonesia sebagai tuan rumah setelah andalan Indonesia lain yakni pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal menunaikan tugas mereka setelah mereka gugur di babak semifinal.


Ahsan/Hendra. Indonesia Open SSP. Juni 2013
Juara dan Runner Up Indonesia Open.
Seolah masih sangat lapar akan gelar, Ahsan/Hendra kembali mengulang kegemilangan mereka di Indonesia Open dengan keluar sebagai juara di gelaran turnamen Singapura Open dengan lagi-lagi mengalahkan Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun. Ahsan/Hendra kembali menang straight game atas Ko/Lee dengan skor akhir 21-15 21-18. Dan seperti kemenangan mereka di awal tahun pada turnamen Malaysia Open, di Singapura Open ini Ahsan/Hendra juga tidak kehilangan satu set pun selama pertandingan mereka. Semua pertandingan mereka dari R1-Final dimenangkan dalam dua set langsung.

Juara dan Runner Up Singapura Open.
*kumisnya LYD kayak Lele deh -_- #abaikan*
Juara Singapura Open.
Video Final singapura Open

Dan puncak dari pembuktian Ahsan/Hendra untuk menjadi ganda putra yang disegani dunia adalah saat ajang World Badminton Championship 2013 yang digelar pada 6-11 Agustus 2013 di Guangzhou, China. Berbekal sebagai unggulan keenam, Ahsan/Hendra memulai perjuangan mereka di negeri penguasa bulutangkis dunia tersebut.
Puncaknya di final, Ahsan/Hendra harus berhadapan dengan ganda Denmark unggulan ketiga Mathias Boe/Carsten Mogensen untuk memperoleh tahta tertinggi nan prestisius, menjadi juara dunia. Hasilnya, seperti yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya, mereka keluar sebagai juara. Skor 21-13 23-21 mereka bukukan dalam sejarah, mengalahkan Boe/Mogensen dan keluar sebagai juara.

Ahsan/Hendra. World Badminton Championship. Agustus 2013.

Dan kini, pasca kemenangan mereka di WBC 2013, Ahsan/Hendra menduduki peringkat 2 dunia, sedikit lagi menggeser Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun yang sudah 3 kali berturut-turut mereka kalahkan tanpa perlawanan di peringkat 1 dunia.

Perjalanan karir Ahsan/Hendra memang bisa dibilang cukup fantastis. Hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun mereka sudah mampu menjadi juara di berbagai turnamen bergengsi. Tak cukup itu, mereka juga berhasil keluar sebagai juara dunia.

Namun meskipun sudah berhasil hampir menjadi penguasa di sektor ganda putra, Ahsan/Hendra masih harus membuktikan kekonsistenan permainan mereka. Banyak turnamen-turnamen besar yang masih ingin mereka juarai, All England, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade menjadi target yang mereka incar untuk keluar sebagai juara.

Dan untuk mencapai titik yang sekarang, tentunya Ahsan/Hendra membutuhkan kerja keras serta berbagai berbagai usaha pembuktian.
Sempat dianggap sebelah mata oleh beberapa pihak, namun sekarang mereka berhasil menunjukkan dan membungkam anggapan sebelah mata dari orang-orang yang pernah meremehkan mereka.

Kini dengan berbagai raihan prestasi yang sudah mereka raih, Ahsan dan Hendra seolah telah menjelma dari sebuah kuda hitam yang awalnya sama sekali tak diperhitungkan menjadi sebuah harimau penguasa belantara bulutangkis ganda putra yang siap memangsa setiap musuh-musuh yang mereka hadapi.

Jaya dan maju terus Ahsan/Hendra.

Jaya dan maju terus perbulutangkisan INDONESIA...

MERDEKA...!!!!

Rabu, 04 September 2013

Efek Setelah Jadi Juara Dunia (Part-2)

Rabu, September 04, 2013 2 Comments
Tulisan ini dibikin bukan karena gue demen nonton sinetron yang bersesi-sesi sampe kagak bisa ditentuin gimana endingnya tuh sinetron, tapi tulisan ini emang masih nyambung sama tulisan gue yg ini.

Yak, ternyata euforia kegembiraan atas diraihnya dua juara di World Badminton Championship (WBC) masih terus berlanjut. Owi, Liliyana, Ahsan, dan Hendra sebagai oknum-oknum (?) yang menyebabkan terjadinya euforia itu pun terpaksa harus memperpanjang lagi pertanggung jawaban mereka. Efek setelah jadi juara dunia pun muncul dengan sesi 2.. :p

Setelah mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dengan mondar-mandir di tipik selama seminggu full (selama 13-17 Agustus 2013) dan dikirabnya mereka berempat ini di kawasan Sarinah-Bunderan HI pada 18 Agustus 2013 lalu, Owi, Liliyana, Ahsan, dan Hendra harus kembali ribet dengan acara kirab dan penyerahan bonus oleh klub masing-masing yang akan dilakukan di kampung halaman Hendra di Pemalang dan kampung halaman Owi di Purwokerto. Kirab Sesi 2 meennn.... :D

Dan itu semua akhirnya terjadi, tanggal 26-27 Agustus Hendra, Ahsan, Owi (minus Liliyana) pun diboyong ke Pemalang. Di Pemalang, di kampung halamannya Hendra ini mereka bertiga kembali diarak keliling kota. Warga masyarakat disana, terutama BL-nya pasti seneng buanget bisa lihat langsung idola mereka.

arak-arakan di Pemalang (1)
arak-arakan di Pemalang (2)
arak-arakan di Pemalang (3) *ramenya subhanallah*
arak-arakan di Pemalang (4) *kasihan itu si Bang Owi sendirian gak ada Ci Butet*
Say Hai.. Hai.. Hai... *pingsan di tempat* #eh

Di Pemalang, sebelum acara kirab dimulai terlebih dulu dilakukan penyerahan bonus dari PB Djarum dan PB Jaya Raya untuk Ahsan dan Hendra. Mereka masing-masing mendapatkan bonus 400 juta *wennaakkk**

Penyambutan di Pendopo Kabupaten Pemalang
Penyerahan bonus untuk Ahsan dan Hendra

Beres acara kirab di Pemalang, ketiga makhluk kece beserta rombongan ini sempet mampir bentar ke rumah orang tuanya Hendra. Disana gak jauh beda kayak pas arak-arakan, banyak orang ngumpul. Pada pengen bisa lihat Hendra Setiawan, anak asli Pemalang yang berhasil jadi juara dunia.. :D *bonus Owi sama Ahsan juga* :D

Bukti nyata kegilaan para BL yg 'nyemut' di rumah Ko Hend...
*foto ngucing dari albumnya si Liliy-Habliy Mawaddah :p*

Dari Pemalang, destinasi arak-arakan dan Efek Setelah Jadi Juara Dunia sesi 2 langsung berlanjut ke Purwokerto.

Sebelum arak-arakan sesi Purwokerto, para makhluk-makhluk kece ini lebih dulu menghadiri launching buku Psikobiografi-nya Koh Christian Hadinata.

Liputan launching bukunya Koh Chris bisa dilihat disini:


Yaakk...
Masuk ke hari kedua, tanggal 27 Agustus 2013 di Purwokerto.
Gak beda jauh dari hari pertama di Pemalang, acara kirab di Purwokerto juga diawali dengan penyambutan para juara ini di Pendopo Kabupaten Purwokerto dan untuk kali ini penyerahan bonus bagi Tontowi Ahmad.

bagi bonusnya boleh bang.. #plak
Setelah ramah tamah dan penyerahan bonus... Yuk mari menyapa warga Purwokerto dan sekitarnya... :D


Tiga makhluk kece. Juara WBC (1)
Tiga makhluk kece. Juara WBC (2)
"Bang Owii.... Bagi TTD-nyaa...."
Hai... Hai... Hai.... *btw, itu yg minta salaman kok cowok semua* :p
Ini putra Purwokerto. Ini Tontowi Ahmad.. :)

Capek diarak keliling Purwokerto, Owi dkk mengakhiri destinasi mereka di rumah Owi di Banyumas. Pulang ke rumah pastinya menjadi kebahagiaan tersendiri buat partner Liliyana Natsir ini. Namun sayang, kebahagiaan pulang ke kampung halaman, ke rumah dimana Owi dibesarkan gak ditemani sang partner. Liliyana absen pada rangkaian arak-arakan Pemalang-Purwokerto ini. Kenapa doi absen? Ada yang bilang doi lagi pulang ke Manado. Ada juga yang bilang ini karena faktor teknis dari PB Tangkas (klub asal Liliyana) yang gak juga ngasih kepastian pemberian bonus. Daripada Liliyana ikut tapi gak ada pemberian bonus buat dirinya ya mending absen gak ikut aja.. *mungkin gitu*

Owi sampe di rumah
disambut sang ayah :)
bersama ayah-ibu dan Pak RT/Pak Kades *mungkin*

Penasaran gak sih gimana si pemilik smash cetar membahana ini kalau lagi di rumah dan gimana tanggapan dari orang-orang yang disekitarnya tentang cowok item manis peraih gelar juara WBC dan 2x juara All England ini. Melipir nonton disini yuukk :D



Ahhh.....
Jadi juara dunia secara khusus dan jadi orang yang berprestasi secara umum itu emang enak... :D
Bisa dikenal banyak orang.. diberi bonus dan penghargaan dari berbagai pihak..

Tapi untuk bisa menjadi juara dunia dan menjadi orang yang berprestasi tentunya harus menjalani jalan yang berliku. Latihan, usaha dan kerja keras menjadi makanan sehari-hari.

Semoga euforia apresiasi terhadap atlet-atlet semacam ini gak hanya menjadi euforia sesaat. Semoga pemerintah lebih memperhatikan mereka-mereka yang berprestasi bukan hanya mereka-mereka yang mencari sensasi... :D


*PS :
- Semua foto diambil dari twitternya bang Ega @putrategar2709. *I'm very thank full and apreciate with you, bang! Kalau nggak ada lo, kita anak BL nggak akan ada yang tahu gimana ramenya arak-arakan juara tepokan bulu ini :D*

- Semua video diambil dari official YouTube-nya NET TV. *big thank full to all crew NET TV yg rajin mendokumentasikan acara TV-nya dan upload di official YouTube-nya. Jadi buat kita yang ketinggalan gak nonton liputannya pas diputer di TV bisa melipir ke YouTube-nya*
*masih ditunggu upload-an video Satu Indonesia edisi Juara Dunianya loohh all crew NET TV. Sampe sekarang belum juga di-aplod* #sedih