Minggu, 25 Maret 2012

Minggu, Maret 25, 2012 0 Comments
Aku...

Kamu...

Kita...

Dia...

Mereka...

Berbeda....

Minggu, 18 Maret 2012

Waiting.....

Minggu, Maret 18, 2012 7 Comments
Kau tahu arti dari 'menunggu' ?
Jika tahu, tolong beri tahu aku ...

Beri tahu aku, agar aku tau apa arti kata menunggu
Agar aku bisa menjalaninya, dan mau melakukan hal itu untuk dia...

Haruskah aku menunggu?
Jika aku tahu, bahwa menunggu itu tak mudah...

Sulit untuk menggambarkan perasaanku
Aku tak pernah ingin membukanya untuk orang lain...
Apa kau tahu itu..??

Aku ingin semuanya selesai
Tapi sepertinya tak mungkin...

Lalu aku harus bagaimana..??
Aku hanya bisa menunggumu...

Bisakah kau mengerti perasaanku..??

Masih ingatkah kau tentang aku..??

Kau harus tahu, aku mencintaimu...

Aku... akan.. selalu.. menunggumu...


*dicuplik dari sini*

Meskipun Terlunta-Lunta tapi Harus tetap Semangat..!!

Minggu, Maret 18, 2012 0 Comments
Yak perlu diketahui suasana akhir-akhir ini lagi nggak kondusif banget sobat blogger.
Mulai dari angin yang kenceng banget sampe bikin deg-degan, cuaca yang gak menentu, kadang hujan, kadang panas, terus ujan lagi bentar, terus panas lagi, gitu deeh pokoknya... nggak menentu banget.. -_-

Cuaca yang nggak menentu ini pun akhrinya bisa bikin kondisi badan drop kalo nggak pinter-pinter jaga kondisi badan. Entah cuma flu aja atau bahkan sampe demam. Dan kalo badan lagi nggak sehat kadang berimbas sama mood juga. Mood bisa tiba-tiba aja berantakan cuma gara-gara hal-hal yang sepele.

As you know sih sobat, beberapa bulan ini aku sama beberapa orang temen lagi punya project bikin buku. Waahh bikin buku..?? Tentang apa..?? Secara detailnya sih belom bisa cerita, tunggu aja bukunya terbit yaa.. Hihii.. Tapi bolehlah ngasih bocoran dikit.. Bukunya itu tentang kumpulan-kumpulan fanfiction dan diterbitin lewat self-publishing. Enough! Detail ceritanya nanti kalau bukunya sudah jadi dan sudah terbit.. :D

Banyak banget kendala yang kita hadapi dan itu sering banget mancing ke-badmood-an tingkat dewa matahari *halah lebay* tapi itu beneran kenyataan looh dan sering banget aku rasain.
Kendala pertama dan paling nggak bisa dihindarin adalah jarak yang ada diantara team yang terlibat pengerjaan project buku ini. Sebagai info sih kalo di dalam team pengerjaan buku ini ada 6 orang. Titi yang tinggalnya di Cirebon; Okky, Kak Sintia, sama Michel yang tinggal di Jakarta; Nofita yang tinggal di Lampung; dan aku sendiri yang ada di antara Malang dan Jombang. Kok bisa kenal..?? Bisa..!! Kalau mau tahu bisa baca history-nya disini.

Kendala kedua sudah jelas kesibukan masing-masing yang nggak bisa diprotes-protes. Project buku ini emang project besar dan project impian, tapi kesibukan di dunia nyata seperti kesibukan sekolah, les, kuliah, dan yang lain sebagainya sudah jelas lebih jika dibandingin sama project ini. Okky dan Nofita yang mau UN, kak Sintia yang lagi ngerjain skripsi, Titi yang lagi sibuk sama OSIS-nya, dan Michel yang sibuk sama sekolah dan les-lesnya. Dan tinggal aku yang bisa dikata agak nggak sibuk walau sebenarnya ada beberapa kerjaan yang harus dikerjain juga. *repot amat bahasanya*

Yang ketiga, efek dari jarak yang jauh adalah komunikasi yang susah. Emang sih udah ada internet dan jejaring sosial yang bisa digunain buat komunikasi. SMS dan telepon juga bisa, tapi kurang efektif, karena kita kerja dalam tim jadinya mau nggak mau semuanya harus ada kalo lagi mau ngebicarain topik atau hal-hal penting. Jadinya pilihan masal dan murah seperti penggunaan jejaring sosial. Biasanya sih kita suka pake conference Yahoo Messanger untuk menyiasati komunikasi massal itu. Tapi balik lagi ke orangnya, kalo pada sibuk sama kesibukan masing-masing mana bisa dan mana ada waktu buat buka internet dan main jejaring sosial..??

Kendala keempat dan yang sampe sekarang masih belum bisa ketemu jalannya adalah kendala ilmu dan kemampuan kita yang terbatas. Sebenernya project buku ini udah bisa dibilang udah selesai 80%, tinggal finishing content di dalamnya sama bikin cover bukunya. Naah bikin covernya niih yang kita ber-6 sama-sama nggak bisa semua. Lho kenapa bikin cover buku sendiri? Kenapa nggak diserahin ke penerbit bukunya aja..?? Harap diingat lagi, kita nerbitin buku ini itu di self-publishing, jadinya mulai dari content, cover, sampai promosi dilakuin sendiri. Penerbit cuma menyediakan jasa cetaknya aja.
Cover.. Cover.. Cover... Itu tema yang akhir-akhir ini selalu dibicarain dan bikin badmood menyerang. Sebenarnya ada orang-orang yang nawarin jasa buat bikinin cover, tapi bayar.. itu yang bikin kita mikir lagi. Mau sih dibikinin, tapi bayarnya itu yang bikin mikir lagi beberapa kali... :((

Itu sih kendala-kendala teknis, belom lagi kendala-kendala non-teknis kayak missunderstanding, salah sangka, dan yang lain-lain kadang malah bikin badmood meningkat drastis.
Contohnya aja sih misal pas mau dihubungi buat ngomongin masalah cover atau isi bukunya, bilangnya nggak bisa karena lagi sibuk ngurusin acara atau lagi mau les. Tapi ternyata nongol di twitter dan mentionan-mentionan geje sama orang lain. Gimana gak sebel..??

Nah kalau udah kayak gitu bawaannya pengen marah, kadang pengen banget nge-delete file project yang udah hampir jadi itu. Biar sekalian aja nggak jadi diterbitin.
Tapi sabar aja deehh.. pelan-pelan dikerjain aja...


Dan tadi sore kita udah conference buat ngomongin kelanjutan tuh project. Akhirnya disepakatin kalau project buku itu bakal dibagi jadi 2 buku. Karena kalau cuma 1 buku jadinya tebel bangeett...
Buku 1, judulnya : Twihards Family - The Story of Togetherness
Buku 2, judulnya : Twihards Family - The Story of Celebration


Sedangkan masalah cover, kita ber-6 masih mencoba mencari desain-desain yang pas..
Masih belajar mendesain covernya. Semoga nanti hasilnya bagus.

Kalau detailnya..?? Tunggu bukunya terbit aja yaa...
Doakan cepat selesai aja...


Dan dari project ini aku jadi sadar sama hal-hal lain dan kembali menyadari kesalahanku dulu waktu ngerjain project majalah bareng sama temen-temen Kavling.. u,u
Maafkan aku yaa teman-teman... :(


Akhirnya...
Tetap semangat untuk mengerjakan tugas-tugas yang kalian terima yaa... :)

Minggu, 11 Maret 2012

[Review] Perfect Partner (Korean Movie)

Minggu, Maret 11, 2012 7 Comments
"If you stuck with your idea, you need love relationship." Is that right..??

Film ini berjudul Perfect Partner film dari Korea Selatan yang berdurasi 120 menit ini menceritakan tentang seorang guru yang juga seorang screen writer bernama Joon-Suk (diperankan oleh Kim Yeong Ho) yang sangat membutuhkan inspirasi untuk naskahnya. Ada juga Yeon-Hee (diperankan oleh Chae Yoon-Yi) salah satu murid Joon-Suk yang sedang bersemangat mencoba meniti karir menjadi seorang penulis, tapi jalannya tak mulus karena kurangnya kreativitas.

Perfect Partner's Poster
Selain ada dua orang penulis yang depresi karena tak juga mempunyai ide dan kreatifitas untuk bahan menulisnya, ada juga seorang peneliti masakan bernama Hee-Sook (diperankan oleh Kim Hye-Sun) yang sangat ingin mengembangkan ide-ide memasak baru tapi lagi-lagi karena mandek-nya ide jadilah ide-ide masakannya menjadi kurang sempurna. Kemudian Hee-Sook dipertemukan dengan Min-Soo (diperankan oleh Kim San-Ho) seorang muridnya yang punya ide-ide segar dalam peracikan masakan.

Dua pasangan ini pun akhirnya menerapkan love relationship untuk mengembangkan bakatnya di bidang masing-masing. Joon-Suk dan Yeon-Hee dalam bidang tulis menulis, sementara Hee-Sook dan Min-Soo di bidang kuliner.

Maka secara mencengangkan ide-ide yang semula tidak bisa keluar dari keempatnya akhirnya bisa dikeluarkan dengan sangat baik. Joon-Suk akhirnya dapat menyelesaikan sript-nya dan Yeon-Hee bisa menyelesaikan ceritanya dan masuk ke babak final dalam kontes menulis. Begitu juga Hee-Sook kualitas masakannya yang semula cenderung datar dan membosankan kini berubah menjadi masakan yang sangat fantastis dan lezat. Sementara Min-Soo semakin mengembangkan bakatnya dan menjadi peracik masakan yang sangat hebat.

Tapi cerita tak berhenti disitu, saat semuanya sudah berjalan sesuai keinginan muncul masalah diantara kedua pasangan ini. Hubungan keduanya yang backstreet mulai terendus oleh orang-orang yang ada di sekitar merika. Hubungan Joon-Suk dan Yeon-Hee terungkap setelah keduanya kepergok berciuman di gang sempit di dekat bar tempat anak-anak berkumpul untuk menenangkan Sang-Mi yang siang harinya mendapatkan teguran keras dari Joon-Suk akibat sikap ketidak sopanannya dia terhadap guru dan tidak bisa membedakan antara hubungan murid dan guru. Perlu diketahui bahwa hubungan antara Joon-Suk dan murid-muridnya sangat dekat bahkan sampai sering menghabiskan waktu bersama di bar. Akibatnya Joon-Suk dipukuli habis-habisan oleh murid-muridnya karena mereka kecewa atas sikap Joon-Suk yang tidak sesuai dengan perkataannya di sekolah tadi saat ia menegur Sang-Mi. Keesokan harinya pun anak-anak satu kelas tidak ada yang hadir di sekolah untuk mengikuti pelajaran Joon Suk.

Hubungan Hee-Sook dan Min-Soo pun terungkap setelah Soo-Jin yang juga murid di tempat les memasak yang diajar oleh Min-Soo mencium gelagat yang aneh dari Hee-Sook dan Min-Soo. Hubungan Hee-Sook dan Min-Soo pun terungkap luas saat istirahat makan siang sebuah syuting acara memasak dimana Hee-Sook menjadi pengisi acaranya. Soo-Jin mengintip ke dalam ruang istirahat Hee-Sook dan melihat Hee-Sook sedang melakukan sesuatu dengan Min-Soo. Soo-Jin pun meminta tolong kru televisi untuk 'menjebak' Hee-Sook dengan memperdengarkan suara Hee-Sook saat bersama Min-Soo di ruang istriahat Hee-Sook. Soo-Jin tega melakukan hal itu karena Soo-Jin sakit hati kepada Hee-Sook karena Hee-Sook membohongi dirinya dengan berkata bahwa ia adalah murid terbaik padahal di belakangnya Hee-Sook menjelek-jelekkannya dengan berkata ia hanya pandai dalam teori, tapi tak kreatif dan tak bisa menciptakan inovasi. Akibatnya anggota kursus memasak yang sudah mendaftar pun membatalkan pendaftaran kursus memasaknya karena skandal Hee-Sook yang terungkap.

Selain faktor eksternal, konflik dalam hubungan dua pasangan beda profesi ini juga akibat dari internal mereka sendiri. Joon-Suk dan Yeon-Hee ternyata saling meng-copast tulisan pasangannya. Tulisan Joon-Suk dijiplak oleh Yeon-Hee, begitu juga sebaliknya. Padahal dalam waktu bersamaan kedua tulisan itu dipuji-puji dan diperkirakan akan sukses. Tulisan Joon-Suk akan diangkat menjadi film, sementara tulis Yeon-Hee akan menjuarai lomba menulis. Keduanya merasa dikhianati. Bahkan Joon-Suk meminta juri lomba menulis yang kebetulan adalah kawannya untuk mencoret nama Yeon-Hee dari daftar nama finalis.
Sementara hubungan Hee-Sook dan Min-Soo harus renggang karena Hee-Sook khawatir hubungannya dengan Min-Soo akan terungkap walau pada akhirnya terungkap juga. Selain itu Hee-Sook ternyata juga meng-copy sebagian ide dari buku resep warisan ibu Min-Soo yang sudah dimiliki Min-Soo sejak 15 tahun yang lalu. Min-Soo kecewa dengan Hee-Sook dan menganggap Hee-Sook hanya memanfaatkannya saja demi obsesinya menciptakan masakan-masakan baru.

Lalu bagaimana akhir kisah dari film ini..??
Aku nggak akan ngasih rekomendasi untuk nonton film ini sendiri. Jadinya aku bakal ngasih tau aja gimana endingnya. Kenapa? Nanti aku jelasin di bawah.
Endingnya, Joon-Suk dan Yeon-Hee berbaikan. Script karya Joon-Suk berhasil di-filmkan dan Yeon-Hee menjadi tamu kehormatan dalam premiere film Joon-Suk.
Sementara Hee-Sook harus mengejar Min-Soo ke Italia karena Min-Soo akan mendalami ilmu memasaknya disana. Dan di Italia sana keduanya diceritakan berbaikan. Keduanya kembali saat premiere film Joon-Suk selesai digelar.
Joon-Suk, Yeon-Hee, Hee-Sook, dan Min-Soo saling bertemu di bandara. Keempatnya sama-sama terkaget saat melihat pasangan masing-masing. Karena Joon-Suk adalah ayah Min-Hoo, sementara Hee-Sook adalah ibu Yeon-Hee.

Heheee...
Itu tadi sinopsis/cerita dari film ini.
Tapi film ini punya sisi negatif dan sangat direkomendasikan untuk TIDAK ditonton oleh anak berusia dibawah 17 tahun. Kenapa..?? Karena film ini hampir 75% berisi adegan dewasa. Adegan sex dimana-mana.
Untuk memunculkan ide menulisnya Joon-Suk dan Yeon-Hee melakukan seks. Begitu juga Hee-Sook dan Min-Soo, mereka melakukan seks demi mendapatkan ide masakan yang spektakuler.
Jika ada yang berpikiran adegan seks di film ini adalah adegan seks yang wajar dan akan disensor maka pemikiran kalian salah! Bagian-bagian tubuh diekspos terang-terangan dalam film ini. Payudara, aktor/aktris yang telanjang, bahkan adegan seks dalam film ini benar-benar ditampilkan secara eksplisit tidak hanya implisit.
Jika banyak yang mengecam dan mencemooh film Twilight Saga: Breaking Dawn dan film Remember Me (mungkin) akibat banyaknya adegan seks di dalamnya. Maka film ini lebih patut untuk dihujat lebih lebih lagi daripada dua film yang aku sebutkan tadi. Kenapa? Karena film ini film buatan Korea yang notabene adalah negara timur yang dikenal sebagai negara yang dikenal sangat menjaga adat dan sopan santun.

Dan pada akhirnya setelah menonton film ini muncul pertanyaan, apakah saat kita benar-benar stress dan stuck tidak ada ide dan inspirasi untuk pekerjaan yang kita kerjakan kita harus melakukan seks untuk mendapatkan ide dan inspirasi lagi? Kalau sudah menikah sih nggak masalah yaa, selama seksnya dilakukan dengan suami/istri sendiri bukan dengan suami/istri orang lain #eh *ditabok*. Lha gimana dengan yang masih belom menikah..?? Mau seks sama pacar..?? atau malah sama PSK..?? *digemplang massal* Inget dosa mabroo... Itu zina..

Jadi...
Silahkan putuskan sendiri bagaimana sahabat blogger akan mengambil keputusan mana setelah membaca tulisan ini. Aku harap siih nggak nge-bash aku yaa... aku cuma share aja kok...
Aku juga nggak akan sampai melakukan hal-hal kayak Yeon-Hee meskipun aku stuck dan gak punya ide untuk melanjutkan cerita-ceritaku yang masih bersambung dan belum juga selesai.. Beneran deeeh... Suerr... Aku cuma akan 'ngasih' diriku cuma buat suamiku nanti.. #wennaaakkk

Btw, terima kasih loh yaa buat Amelia Pravitasari yang udah ngasih tau nih film. Bener-bener sesuatu deeh.. Untung di kos gak jadi rusuh gara-gara film ini. Buat Bernadette, kamu jangan sampe nyonto ini lho yaa sama kak Galih. #eh *kabuuurrrr*

Sudah.. sudah..
Makin ngelantur saja omongannya...
Saya akhiri saja postingan ini..
Byee...
See you in the next posting... :)

Jumat, 09 Maret 2012

Jumat, Maret 09, 2012 2 Comments
"Kalau itu kenangan yang berarti, jangan dilupakan. Sebab jika manusia mati, mereka hanya bisa hidup dalam kenangan orang lain."

Senin, 05 Maret 2012

Quotes of The Day #1

Senin, Maret 05, 2012 1 Comments
"Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa kau sudah tak semenarik seperti dulu. Apa aku sudah mulai tak mencintaimu lagi seperti apa yang sudah kulakukan selama hampir satu dekade ini? Entahlah.."

"Tapi aku akan tetap mencintainya, biarpun perasaan itu tidak terbalas. Toh selama ini aku telah melakukannya, kan?"

"Aku tidak bisa melupakanmu, karena aku masih mencintaimu."

"Aku mencintaimu lebih dari siapa pun di dunia. Jika kau memberikan cinta ini,aku tidak akan mengharapkan hal-hal lain. Karena kau sudah cukup untukku."

"Dan jika nanti manusia mati, mereka hanya hidup dalam kenangan orang lain."