Rabu, 06 Juli 2011

# Pelajaran # Semester 2

7 Tradisi/Paradigma dalam Teori Komunikasi

Dalam Ilmu Komunikasi khususnya saat mempelajari Teori Komunikasi, seseorang diharuskan memahami dan mengerti tentang 7 tradisi atau 7 paradigma yang nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk menganalisis fenomena-fenomena yang muncul dalam dunia Komunikasi.
Robert Craig seorang pakar Komunikasi mendefinisikan Komunikasi sebagai ilmu yang harus memadai untuk menjelaskan semua tentang pertukaran pesan.

Berikut ini sedikit uraian singkat tentang 7 tradisi dalam Ilmu Komunikasi:
1. Tradisi Retorika
Secara singkat, tradisi retorika ini melihat komunikasi hanya sekedar sebagai proses
keindahan atau seni ketika bercara.

2. Tradisi Semiotika
Tradisi Semiotika melihat komunikasi sebagai proses "intersubjective mediation by sign".
Setiap orang yang berkomunikasi itu ada mediumnya yaitu 'tanda' yang bisa berupa apa pun,
baik yang secara verbal ataupun non verbal yang bisa memunculkan makna.
Dan dalam berkomunikasi manusia tidak hanya bertukar pesan secara verbal yang bisa
dimaknai sama, tetapi juga bisa bertukar pesan non verbal yang bisa dimaknai tidak sama.
Singkatnya, tradisi semiotika ini mengkaji tentang 'tanda' dan 'sistem tanda' dalam
komunikasi.

3. Tradisi Fenomenologi
Tradisi ini melihat komunikasi dari pengalaman orang lain, dimana kita menginterpretasikan
interpretasi orang lain.
Sifatnya sangat subjektif.
Proses komunikasi dilihat dari 'subjek/orang'nya
Pelopor tradisi ini adalah Edmund Husserl

4. Tradisi Sibernetika
Dalam tradisi ini mengkaji tentang komunikasi itu sebagai sebuah proses pengolaha informasi
- transfer informasi yang berurutan. Sebuah komunikasi diukur apakah komunikasi itu
mengurangi atau tidak sebuah informasi yang diterima. Selain itu juga melihat apakah
pemberian sebuah informasi dalam proses komunikasi dapat mengurangi ketidakpastian.

5. Tradisi Psikologi Sosial
Tradisi ini melihat bahwa komunikasi itu sebagai sebuah bentuk ekspresi yang kolektif.
Sehingga proses komunikasi terjadi dalam jalinan interaksi, yang lebih menekankan kepada
rasa/emosi.

6. Tradisi Sociocultural
Tradisi ini mirip dengan tradisi Psikologi Sosial yang mempercayai bahwa proses komunikasi
terjadi dalam jalinan interaksi. Hanya saja dalam tradisi ini cakupannya lebih luas yakni
'budaya' yang didefinisikan sebagai sesuatu yang diciptakan, dibagi, dan dipelajari bersama.

7. Tradisi Kritik
Dalam tradisi ini mengkaji bahwa proses komunikasi tidak selalu equal atau seimbang,
melainkan juga terjadi pengkelasan dimana ada pihak yang berkuasa dan ada pihak yg dikuasai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar