Minggu, 11 Maret 2012

[Review] Perfect Partner (Korean Movie)

"If you stuck with your idea, you need love relationship." Is that right..??

Film ini berjudul Perfect Partner film dari Korea Selatan yang berdurasi 120 menit ini menceritakan tentang seorang guru yang juga seorang screen writer bernama Joon-Suk (diperankan oleh Kim Yeong Ho) yang sangat membutuhkan inspirasi untuk naskahnya. Ada juga Yeon-Hee (diperankan oleh Chae Yoon-Yi) salah satu murid Joon-Suk yang sedang bersemangat mencoba meniti karir menjadi seorang penulis, tapi jalannya tak mulus karena kurangnya kreativitas.

Perfect Partner's Poster
Selain ada dua orang penulis yang depresi karena tak juga mempunyai ide dan kreatifitas untuk bahan menulisnya, ada juga seorang peneliti masakan bernama Hee-Sook (diperankan oleh Kim Hye-Sun) yang sangat ingin mengembangkan ide-ide memasak baru tapi lagi-lagi karena mandek-nya ide jadilah ide-ide masakannya menjadi kurang sempurna. Kemudian Hee-Sook dipertemukan dengan Min-Soo (diperankan oleh Kim San-Ho) seorang muridnya yang punya ide-ide segar dalam peracikan masakan.

Dua pasangan ini pun akhirnya menerapkan love relationship untuk mengembangkan bakatnya di bidang masing-masing. Joon-Suk dan Yeon-Hee dalam bidang tulis menulis, sementara Hee-Sook dan Min-Soo di bidang kuliner.

Maka secara mencengangkan ide-ide yang semula tidak bisa keluar dari keempatnya akhirnya bisa dikeluarkan dengan sangat baik. Joon-Suk akhirnya dapat menyelesaikan sript-nya dan Yeon-Hee bisa menyelesaikan ceritanya dan masuk ke babak final dalam kontes menulis. Begitu juga Hee-Sook kualitas masakannya yang semula cenderung datar dan membosankan kini berubah menjadi masakan yang sangat fantastis dan lezat. Sementara Min-Soo semakin mengembangkan bakatnya dan menjadi peracik masakan yang sangat hebat.

Tapi cerita tak berhenti disitu, saat semuanya sudah berjalan sesuai keinginan muncul masalah diantara kedua pasangan ini. Hubungan keduanya yang backstreet mulai terendus oleh orang-orang yang ada di sekitar merika. Hubungan Joon-Suk dan Yeon-Hee terungkap setelah keduanya kepergok berciuman di gang sempit di dekat bar tempat anak-anak berkumpul untuk menenangkan Sang-Mi yang siang harinya mendapatkan teguran keras dari Joon-Suk akibat sikap ketidak sopanannya dia terhadap guru dan tidak bisa membedakan antara hubungan murid dan guru. Perlu diketahui bahwa hubungan antara Joon-Suk dan murid-muridnya sangat dekat bahkan sampai sering menghabiskan waktu bersama di bar. Akibatnya Joon-Suk dipukuli habis-habisan oleh murid-muridnya karena mereka kecewa atas sikap Joon-Suk yang tidak sesuai dengan perkataannya di sekolah tadi saat ia menegur Sang-Mi. Keesokan harinya pun anak-anak satu kelas tidak ada yang hadir di sekolah untuk mengikuti pelajaran Joon Suk.

Hubungan Hee-Sook dan Min-Soo pun terungkap setelah Soo-Jin yang juga murid di tempat les memasak yang diajar oleh Min-Soo mencium gelagat yang aneh dari Hee-Sook dan Min-Soo. Hubungan Hee-Sook dan Min-Soo pun terungkap luas saat istirahat makan siang sebuah syuting acara memasak dimana Hee-Sook menjadi pengisi acaranya. Soo-Jin mengintip ke dalam ruang istirahat Hee-Sook dan melihat Hee-Sook sedang melakukan sesuatu dengan Min-Soo. Soo-Jin pun meminta tolong kru televisi untuk 'menjebak' Hee-Sook dengan memperdengarkan suara Hee-Sook saat bersama Min-Soo di ruang istriahat Hee-Sook. Soo-Jin tega melakukan hal itu karena Soo-Jin sakit hati kepada Hee-Sook karena Hee-Sook membohongi dirinya dengan berkata bahwa ia adalah murid terbaik padahal di belakangnya Hee-Sook menjelek-jelekkannya dengan berkata ia hanya pandai dalam teori, tapi tak kreatif dan tak bisa menciptakan inovasi. Akibatnya anggota kursus memasak yang sudah mendaftar pun membatalkan pendaftaran kursus memasaknya karena skandal Hee-Sook yang terungkap.

Selain faktor eksternal, konflik dalam hubungan dua pasangan beda profesi ini juga akibat dari internal mereka sendiri. Joon-Suk dan Yeon-Hee ternyata saling meng-copast tulisan pasangannya. Tulisan Joon-Suk dijiplak oleh Yeon-Hee, begitu juga sebaliknya. Padahal dalam waktu bersamaan kedua tulisan itu dipuji-puji dan diperkirakan akan sukses. Tulisan Joon-Suk akan diangkat menjadi film, sementara tulis Yeon-Hee akan menjuarai lomba menulis. Keduanya merasa dikhianati. Bahkan Joon-Suk meminta juri lomba menulis yang kebetulan adalah kawannya untuk mencoret nama Yeon-Hee dari daftar nama finalis.
Sementara hubungan Hee-Sook dan Min-Soo harus renggang karena Hee-Sook khawatir hubungannya dengan Min-Soo akan terungkap walau pada akhirnya terungkap juga. Selain itu Hee-Sook ternyata juga meng-copy sebagian ide dari buku resep warisan ibu Min-Soo yang sudah dimiliki Min-Soo sejak 15 tahun yang lalu. Min-Soo kecewa dengan Hee-Sook dan menganggap Hee-Sook hanya memanfaatkannya saja demi obsesinya menciptakan masakan-masakan baru.

Lalu bagaimana akhir kisah dari film ini..??
Aku nggak akan ngasih rekomendasi untuk nonton film ini sendiri. Jadinya aku bakal ngasih tau aja gimana endingnya. Kenapa? Nanti aku jelasin di bawah.
Endingnya, Joon-Suk dan Yeon-Hee berbaikan. Script karya Joon-Suk berhasil di-filmkan dan Yeon-Hee menjadi tamu kehormatan dalam premiere film Joon-Suk.
Sementara Hee-Sook harus mengejar Min-Soo ke Italia karena Min-Soo akan mendalami ilmu memasaknya disana. Dan di Italia sana keduanya diceritakan berbaikan. Keduanya kembali saat premiere film Joon-Suk selesai digelar.
Joon-Suk, Yeon-Hee, Hee-Sook, dan Min-Soo saling bertemu di bandara. Keempatnya sama-sama terkaget saat melihat pasangan masing-masing. Karena Joon-Suk adalah ayah Min-Hoo, sementara Hee-Sook adalah ibu Yeon-Hee.

Heheee...
Itu tadi sinopsis/cerita dari film ini.
Tapi film ini punya sisi negatif dan sangat direkomendasikan untuk TIDAK ditonton oleh anak berusia dibawah 17 tahun. Kenapa..?? Karena film ini hampir 75% berisi adegan dewasa. Adegan sex dimana-mana.
Untuk memunculkan ide menulisnya Joon-Suk dan Yeon-Hee melakukan seks. Begitu juga Hee-Sook dan Min-Soo, mereka melakukan seks demi mendapatkan ide masakan yang spektakuler.
Jika ada yang berpikiran adegan seks di film ini adalah adegan seks yang wajar dan akan disensor maka pemikiran kalian salah! Bagian-bagian tubuh diekspos terang-terangan dalam film ini. Payudara, aktor/aktris yang telanjang, bahkan adegan seks dalam film ini benar-benar ditampilkan secara eksplisit tidak hanya implisit.
Jika banyak yang mengecam dan mencemooh film Twilight Saga: Breaking Dawn dan film Remember Me (mungkin) akibat banyaknya adegan seks di dalamnya. Maka film ini lebih patut untuk dihujat lebih lebih lagi daripada dua film yang aku sebutkan tadi. Kenapa? Karena film ini film buatan Korea yang notabene adalah negara timur yang dikenal sebagai negara yang dikenal sangat menjaga adat dan sopan santun.

Dan pada akhirnya setelah menonton film ini muncul pertanyaan, apakah saat kita benar-benar stress dan stuck tidak ada ide dan inspirasi untuk pekerjaan yang kita kerjakan kita harus melakukan seks untuk mendapatkan ide dan inspirasi lagi? Kalau sudah menikah sih nggak masalah yaa, selama seksnya dilakukan dengan suami/istri sendiri bukan dengan suami/istri orang lain #eh *ditabok*. Lha gimana dengan yang masih belom menikah..?? Mau seks sama pacar..?? atau malah sama PSK..?? *digemplang massal* Inget dosa mabroo... Itu zina..

Jadi...
Silahkan putuskan sendiri bagaimana sahabat blogger akan mengambil keputusan mana setelah membaca tulisan ini. Aku harap siih nggak nge-bash aku yaa... aku cuma share aja kok...
Aku juga nggak akan sampai melakukan hal-hal kayak Yeon-Hee meskipun aku stuck dan gak punya ide untuk melanjutkan cerita-ceritaku yang masih bersambung dan belum juga selesai.. Beneran deeeh... Suerr... Aku cuma akan 'ngasih' diriku cuma buat suamiku nanti.. #wennaaakkk

Btw, terima kasih loh yaa buat Amelia Pravitasari yang udah ngasih tau nih film. Bener-bener sesuatu deeh.. Untung di kos gak jadi rusuh gara-gara film ini. Buat Bernadette, kamu jangan sampe nyonto ini lho yaa sama kak Galih. #eh *kabuuurrrr*

Sudah.. sudah..
Makin ngelantur saja omongannya...
Saya akhiri saja postingan ini..
Byee...
See you in the next posting... :)

7 komentar:

  1. wah klo soal film ane nyimak aja dek. . . gaptek film aku hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaa...
      gitu yaa mas...
      hihihii... :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. menarik juga tapi sayang 17 tahun ke atas

    BalasHapus
  4. aku udah liat filmnya ,,, seru banget!!! ga sangka korea bisa lebih parah dari jepang. jepang sendiri pemeran fil porno, artisnya itu beda sendiri. kalo di korea siapa aja yg mau. dan itu adegan sex nya nyata bukan taktik kamera!!!

    BalasHapus
  5. salam kenal untuk penulis! saya setuju dengan pendapatnya untuk tidak kasih anjuran nonton film ini,,, sebuah bencana kalau kreatifitas dicari dengan modal free sex ini yang disebut penyimpangan.

    BalasHapus
  6. Film yang enggak berkualitas berarti sebab menonjolkan esek2.

    BalasHapus